Aksi menguliti yang dimaksud tentu dalam arti yang positif yakni langkah audit dari sisi teknologi. Teguh Rahardjo, Deputi Menteri Bidang Riptek Kementerian Ristek mengatakan, dengan audit teknologi tersebut, suatu alutsista TNI bisa diketahui apa masih layak pakai atau tidak. Hal ini tentu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ketika alat tersebut digunakan untuk bertugas.
"Kita sudah berkali-kali berkoordinasi namun masih sebatas memberi panduan," ujarnya kepada beberapa wartawan di sela acara semiloka 'Revitalisasi Iptek Hankam Mendukung Kemandirian Industri Hankam' yang berlangsung di Gedung BPPT, Jakarta, Kamis (16/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"TNI memang memiliki tim sendiri untuk melakukan audit. Tapi kita merekomendasikan untuk selanjutnya dapat terjun langsung," tukasnya.
Jika sudah kesampaian, Teguh berharap dapat mengetahui dengan pasti apa kebutuhan dan kelemahan yang mendera alutsista yang digunakan TNI. Sehingga, pihaknya dapat lebih berkontribusi dengan memberikan dukungan dari sisi teknologi.
"Tanpa teknologi kita tak bisa membuat suatu alat. Namun dengan teknologi pula kita bisa mengembangkan suatu hal," pungkasnya. (ash/wsh)