"Bisakah Anda membiarkan para staff memakai browser alternatif bernama Firefox?," tanya Jim Finkle, salah satu pekerja Deplu pada Clinton dalam sebuah rapat.
Finkle keheranan mengapa Deplu tidak memakai Firefox. Padahal tempatnya bekerja sebelumnya di lembaga pemerintah National Geospatial Intelligence Agency memakai browser itu yang dikatakannya lebih aman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pat menjawab bahwa meski gratis, pemakaian Firefox di Deplu harus mempertimbangkan banyak hal sehingga sulit direalisasikan. Operasi Deplu yang menyasar seluruh dunia membuat penerapan browser baru memerlukan birokrasi yang rumit.
Dilansir The Register dan dikutip detikINET, Selasa (14/7/2009), Clinton sendiri menambahkan kalau browser yang ada seharusnya dimaksimalkan untuk bekerja seperti Firefox. Maka para penggemar Firefox di deplu AS masih harus gigit jari. (fyk/faw)