Bahkan sejak beberapa waktu lalu, seluruh jajaran Telkom dari Sabang sampai Merauke dikatakan telah siaga 1 selama 24 jam untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan akibat kegagalan infrastruktur telekomunikasi yang dimilikinya.
Untuk keperluan pemilu, sesuai dengan kesepakatan dengan KPU, Telkom bertanggungjawab terhadap penyediaan konektivitas berupa bandwidth, instalasi dan integrasi, disaster recovery center, call center serta pemeliharaan jaringan. Sementara untuk keperluan masyarakat umum di luar KPU, Telkom berperan menjaga kualitas layanan dengan membentuk posko-posko di seluruh unit kerja untuk memonitor kondisi, mengantisipasi dan jika terjadi gangguan bisa cepat terselesaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Telkom telah membentuk posko internal Telkom yang akan bertugas menjamin kelancaran operasional infrastruktur telekomunikasi Telkom," jelasnya. Ditambahka Eddy, Telkom telah mengaktifkan kembali ruang I-SURE yang berlokasi di Kantor Telkom Jakarta sebagai pusat pengendali EoS dan Monitoring Network Fastel Pemilu 2009 selama masa siaga 1 yakni dari 1 Juli hingga 17 Juli 2009.
Selama Pemilu 2009, JARKOMDAT (Jaringan Komunikasi Data) yang sudah digelar mencapai 504 KPU Kota/Kabupaten, KPU Pusat dan DRC. Di samping dipergunakan untuk mendukung operasionalisasi KPU juga akan dimanfaatkan untuk pengiriman data perolehan suara pilpres.
"Setiap KPUD Kab/Kota mendapat tambahan beban trafik sekitar 150 Mbytes atau sekitar 50% dari besaran trafik pada pileg April lalu," terang Eddy.
Dengan segala persiapan tersebut, Telkom yakin tak ada kendala berarti dalam menyediakan fastel Pemilu "Dari seluruh tahapan tersebut, Telkom yakin 100 persen siap mendukung pesta demokrasi 2009," tegasnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/7/2009) .
(ash/faw)