Hal tersebut dikatakan oleh Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, Dimitri Mahayana saat berbincang dengan detikINET, Selasa (7/7/2009). Menurutnya pekerja IT di Indonesia masih memikirkan manfaat sertfikasi hanya bagi dirinya sendiri bukan keuntungan yang akan didapatkan oleh perusahaan dengan adanya sertifikasi tersebut.
"Separuh dari responden kami beranggapan bahwa sertifikasi tidak mempengaruhi kompetensi. Pola pikirnya masih melihat diri sendiri, bukan perusahaan keseluruhan," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari survei yang dilakukan oleh Sharing Vision terungkap bahwa 71,4 persen dari 3.267 responden pekerja TI di Indonesia belum memiliki sertifikasi. Hal ini sejalan dengan jawaban responden yang menyebut manfaat terbesar yang dirasakan yaitu mampu meningkatkan kolaborasi dengan manajemen, berdampak positif ke finansial perusahaan, serta meningkatkan kredibilitas perusahaan.
"Di sisi lain, perusahaan sendiri belum memperlakukan layak pemegang sertifikasi. Mayoritas manajer TI masih lebih memperhatikan latar belakang kompetensi, terutama pendidikan terakhirnya," tandas pria yang juga berprofesi sebagai dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB ini menjelaskan.
(afz/faw)