Setelah memperluas keluarga Omnia, Samsung juga melahirkan anggota keluarga baru mereka yang diberi nama Jet. Sekilas, antara Omnia dan Jet memang hampir mirip. Namun yang membedakan keduanya adalah target pasar mereka.
Omnia dikatakan lebih menyasar segmen high-end, sementara Jet digadang-gadang dapat membuat Samsung tancap gas untuk bersaing dengan vendor lain di segmen pasar middle-high end.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Entah kemampuan 'lebih pintar' apa yang dimaksud, namun secara teknologi memang ada beberapa peningkatan kemampuan yang disematkan dalam ponsel layar sentuh itu. Seperti penggunaan teknologi ultra brilian display Amoled yang mampu membuat tampilan lebih jernih.
Bahkan ketika dijajal langsung detikINET, dalam posisi dikerubungi flashback atau membelakangi cahaya, ponsel ini mampu mereduksinya. Sehingga tak terlalu membuat tampilan layar buram.
Fitur lain yang terdapat pada ponsel ini adalah memiliki kamera 5 megapiksel dengan face dan blink detection, layar 3,1 inch 16M WVGA, mampu menampilkan gambar tiga dimensi, dan lainnya
Jet saat ini baru diluncurkan di empat negara, yaitu Seoul, London, Dubai dan Singapura. Sementara harga yang dibanderol untuk di Singapura di kisaran US$ 600. (ash/fyk)