Alhasil, sejumlah informasi penting dan sangat dilindungi itu menjadi konsumsi publik akibat aksi yang diklaim karena ketidaksengajaan ini.
Kecerobohan tersebut dilakukan oleh bagian percetakan milik pemerintah negara Paman Sam sendiri (Government Printing Office) yang mempublishnya di website mereka saat Presiden AS Barack Obama mengirimkan dokumen tersebut ke Kongres untuk direview pada 5 Mei lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip detikINET dari New York Times, Kamis (4/6/2009), kini semua dokumen 'berbahaya' tersebut akhirnya telah dicabut dari situs Government Printing Office.
Dicemaskan, ratusan dokumen tersebut menguntungkan bagi para pencuri atau teroris yang memanfaatkan informasi untuk mencuri material yang ada. Oleh karena itulah data-data tersebut tidak pernah dikeluarkan.
Tentu saja kecemasan ini beralasan karena dokumennya mengandung informasi detail mengenai ratusan situs nuklir beserta program-programnya. Termasuk di dalamnya, terdapat peta yang menunjukkan lokasi cadangan bahan bakar untuk senjata-senjata nuklir.
(sha/ash)