Para petinggi dari sejumlah perusahaan raksasa seperti Google, AT&T, Twitter dan YouTube melakukan perjalanan ke Irak. Mereka mengusung ide tentang teknologi untuk membantu memerangi korupsi, mendorong transparansi, memperkuat masyarakat sipil serta menyediakan alat-alat untuk mengembangkan jaringan.
"Ketika masyarakat Irak berpikir bagaimana mengintegrasikan teknologi baru sebagai alat kekuasaan yang pintar, kami memandang ini sebagai suatu peluang untuk mengundang industri teknologi Amerika ikut ambil bagian," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Robert Wood, seperti dikutip detikINET dari Cnet, Kamis (23/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesediaan para petinggi perusahaan teknologi tersebut untuk melakukan perjalanan ke Irak pada 19-23 April diklaim menunjukkan peningkatan kondisi keamanan di Irak setelah keputusan mantan Presien AS, George W. Bush mengirim tambahan tentara ke Irak di tahun 2007 untuk mengatasi konflik sipil. (faw/faw)