Ketua PDIP Surabaya Saleh Ismail Mukadar yang memposting transkrip SMS itu di facebook-nya. Catatan itu berisi transkrip SMS para pejabat Pemprov Jatim, pengusaha dan tim sukses KarSa serta petinggi parpol serta pejabat negara.
Catatan yang diposting Saleh pada Selasa (21/4/2009) pukul 18.09 WIB ini diberi judul 'Transkip SMS Pejabat2 Yg Telah Mencurangi Pemilu Dg Sistematis (Di Negeri Siluman)'
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditulis jelas dalam catatan itu sebagai transkip SMS yang merupakan salah satu bukti kecurangan Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Jatim). Selain itu juga disebutkan nomor-nomor ponsel pejabat yang terlibat dalam SMS.
Dalam tulisan yang diemail Nanang Heriyanto, disebutkan Kapolri bersikeras tidak mau jika hanya mendapat copy barang bukti (salah satu di antaranya adalah SMS-SMS ini) maunya bukti-bukti yang asli. Tapi menurut email Nanang, jika barang bukti asli diberikan, maka dikhawatirkan bukti itu akan dihilangkan.
Bukti SMS yang diperoleh dari print-out operator seluler itu diterangkan dalam email Nanang yang diposting oleh Saleh dilakukan semasa Irjen Polisi Herman menjabat Kapolda Jatim dan setelah aslinya diserahkan, Kapolda diganti dengan pejabat yang baru.
Masih dalam catatan itu, diterangkan operator seluler menyatakan data SMS untuk nomor-nomor pada tanggal-tanggal sesuai transkip telah rusak dan tidak bisa terdeteksi lagi.
Masih di catatan Saleh itu, menyatakan ada dugaan dari banyak pihak, bahwa Pemilihan Gubernur Jawa Timur adalah proyek percontohan. Akan dilakukan lagi dalam pemilu legislatif maupun Pemilihan presiden dengan langkah-langkah yang lebih disempurnakan. Maka beberapa lembaga survei sudah bisa menyimpulkan prosentase perolehan beberapa partai politik dalam pemilu legislatif 9 April 2009.
Pengamatan detikcom, bukti transkrip SMS yang isinya seputar upaya pemenangan dalam Pilgub Jatim ini mencapai 14 halaman. SMS yang berhasil direkap itu dimulai 19 Februari hingga 25 Maret 2009.
Sayangnya Saleh Ismail Mukadar saat dikonfirmasi pukul 12.27 WIB, telepon selulernya tidak diangkat. Berkali-kali dihubungi dua nomor selulernya namun tidak membuahkan hasil. (gik/faw)