Dikatakan Iwan Ahmadi, Business Operation Division PT Lapi Divusi, pihaknya menyayangkan pandangan miring segelintir orang yang menganggap ditetapkannya PT Lapi Divusi sebagai pemenang tender tak lain karena 'ada permainan' dengan orang-orang KPU.
"Kenapa siy dengan dana Rp 1,8 miliar itu kita dibilang ada main dengan KPU. Kami siap diaudit, kami lebih senang malah. Biar clear masalahnya bahwa kami tidak meng-mark up harga sampai berlipat-lipat dari harga yang ada di pasaran,"tegasnya kepada detikINET di kantornya, Senin (13/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT Lapi Divusi sendiri menawar dengan harga kedua terendah, yakni Rp 1,8 miliar, sedangkan tawaran terendah dipegang perusahaan asal Jakarta sebesar Rp 1,67 miliar. Dua peserta lainnya ada HP Indonesia dan HP Service Center.
"Untuk porsi pembelanjaan Rp 650-700 juta untuk membeli sparepart, Rp 250 juta untuk technical support, dan maintenance Rp 150 juta," tukas Iwan. (ash/faw)