Caranya, ya tentu saja dengan menaikkan kapasitas backbone. Namun, hal itu tentu saja membutuhkan biaya dan perhitungan yang akurat.
"Karena biasanya kalau mau naik itu (menaikkan kapasitas) gampang, tapi turun lagi yang susah. Padahal lonjakan trafik ini paling hanya satu minggu atau maksimal satu bulan maksimal," ujar M. Salahuddien, Wakil Ketua Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) kepada detikINET.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun itu semua tergantung ISP masing-masing, ada yang menambah bandwidth itu cukup satu kali klik, seperti buka keran, tapi ada juga yang sampai perlu ganti peralatan untuk menaikkan kapasitasnya. Yang jelas, akan ada biaya ekstra," jelas Didin, sapaan akrab M. Salahuddien.
Lalu siapa yang akan menanggung biaya tambahan ini? Menurut Didin, yang jelas bukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) atau Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). "Tentunya menjadi beban tiap ISP. Kalau mereka cuek, ya seluruh layanan bisa terganggu," pungkasnya. (ash/fyk)