Demikian dikatakan Dr Husni Fahmi dari Tim Pendampingan Teknis Teknologi Informasi Pemilu 2009 dalam wawancaranya dengan detikINET, Senin (16/3/2009).
Dijelaskannya, ia dan timnya saat ini tengah sibuk mempersiapkan rancangan teknis untuk mengawal sistem keamanan TI lembaga yang menjadi pelaksana pesta demokrasi di Indonesia ini. "Setelah ini, kami juga bakal mengkoordinasikan rancangan tersebut dengan implementor selaku pemenang tender," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekhawatiran Husni ini memang masuk akal. Sebab, ketika hari pencoblosan makin dekat dan masa kampanye sudah dimulai, sistem TI KPU bak magnet yang dapat memancing penggiat IT usil untuk menjajal kemampuan.
Jika pakar TI ini mempunyai niat negatif, maka sistem TI KPU tersebut akan menjadi bulan-bulanan. Namun bagi para penggiat TI 'bertopi putih', bakal memberi tahu keringkihan sistem dengan menyampaikannya secara baik-baik.
Pada Pemilu 2004 lalu, lubang yang ada di situs KPU pun sempat disusupi untuk dipermak habis-habisan oleh Dani Firman Syah. Xnuxer -- demikian sapaannya di dunia maya -- melakukan perubahan pada nama partai peserta pemilu menjadi nama-nama lucu.
Walau pada akhirnya, Xnuxer berhasil diringkus pada 21 April 2004 oleh Satuan Cybercrime Direktorat Reserse Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya dan dibui selama 6 bulan 21 hari.
(ash/wsh)