Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Sistem TI KPU Pakai Open Source atau Proprietary?

Sistem TI KPU Pakai Open Source atau Proprietary?


- detikInet

Jakarta - Pada Pemilu 2004 lalu, sistem TI Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengusung software besutan Microsoft. Lalu apakah pada Pemilu 2009 ini juga masih sama? Padahal mereka telah menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk dimintai bantuan.

Jika masih menggunakan software proprietary tentunya hal ini akan menjadi paradoks. Pasalnya, BPPT akan dianggap 'durhaka' dengan 'bapaknya', yakni Ristek yang menjadi lembaga pemerintah pendorong penggunaan software Open Source.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPPT Marzan Azis mengatakan, keputusan untuk menggunakan software proprietary atau Open Source di sistem TI KPU masih belum ditentukan. "Masih menunggu hasil review dari tim ahli BPPT yang diperbantukan di KPU," ujarnya kepada detikINET, Kamis (13/3/2009) petang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pun demikian, lanjut Marzan, pihaknya berharap piranti lunak yang bakal digunakan untuk mendukung Pemilu 2009 ini merupakan Open Source. Namun, keinginan itu juga harus melihat waktu yang sudah mepet ini.

"Kita juga inginnya pakai Open Source. Tapi masalahnya, apakah dengan waktu sesempit ini memungkinkan? Karena yang penting masyarakat dapat melihat perolehan suara pada 9 April nanti," tukasnya.

Dengan waktu yang tinggal menghitung hari ini, Marzan pada awalnya juga pesimistis bahwa sistem TI KPU akan siap sesuai yang diinginkan di tenggat waktunya. Namun kepercayaan diri itu meningkat seiring berdasarkan hasil hitung-hitungan masih memungkinkan.

"Kita juga tidak bisa menjamin, tapi secara hitung-hitungan masih mungkin. Jadi mungkin kita bakal menggunakan fasilitas yang bisa dimanfaatkan, ya dimanfaatkan. Ini pertaruhan kredibilitas negara," pungkasnya. (ash/fyk)




Hide Ads