Para guru seringkali menjadi korban bullying anak didiknya. Misalnya, foto para guru dipublikasikan di situs jejaring sosial setelah sebelumnya dipermak menjadi foto yang tidak pantas. Foto tersebut kemudian diberi komentar-komentar tidak senonoh.
Sebuah Yayasan bernama Teacher Support Network (TSN) menyebutkan bahwa pelecehan terhadap guru seringkali dilakukan melalui tiga sarana, yakni panggilan telepon, SMS, dan email. Disebutkan oleh TSN bahwa sekitar 15 persen guru telah menjadi korban cyber bullying.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nash menambahkan, seringkali pelaku pelecehan terhadap guru ini tidak dapat dijatuhi sanksi legal, karena perbuatan bullying tersebut sering hanya dianggap sebagai lelucon anak-anak.
Masalah bullying semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna ponsel. Para pelaku melancarkan aksi bullying lewat telepon. Aksi bullying dapat menimbulkan depresi pada si korban bahkan bisa menyebabkan korban nekat bunuh diri.
Apakah fenomena bullying terhadap guru juga marak di Indonesia?
(faw/fyk)