Kejadian memalukan ini terjadi Selasa, 17 Februari 2009 di Amerika Serikat. Pelakunya menghapus semua info di dalamnya dan menggantinya dengan menuliskan kata olok-olok atau cercaan berbau rasial sebanyak 3 kali.
Dan yang membuat gerah, cercaan tersebut ternyata berjaya di hasil pencarian lewat mesin pencari Google. Akibatnya, siapapun yang mencari data-data mengenai Presiden AS terpilih dengan keyword "Obama", "Barack Obama", atau "President Barack Obama", akan diarahkan ke sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara Google, Eitan Bencuya, mengatakan kepada MSNBC bahwa Google selalu meng-update database dan potongan teks yang muncul di halaman pencarian. Agaknya, ujar Bancuya, saat konten di Wikipedia berbuah jadi cercaan bertepatan dengan waktu Google mengambil potongan teks dari halaman tersebut.
Namun, lanjut Bencuya, ia yakin potongan teks dengan cercaan rasis itu tampil hanya sebentar di Google. "Saya bayangkan itu pasti tak lama, kalau tidak kami pasti akan menerima banyak keluhan," ujar Bencuya.
(sha/wsh)