Sekitar 220 warga desa diberi ponsel gratis yang telah diprogram dengan detail kontak layanan kepolisian setempat, sehingga mereka bisa meminta bantuan saat kelompok teror berkeliaran di sekitar wilayah mereka.
"Suatu malam kami melihat pemberontak Maoist berkeliling di sekitar desa kami. Kami menggunakan ponsel untuk menyampaikan informasi," tutur Antu Hembrom, seorang kepala desa, seperti dikutip detikINET dari Cellular News, Kamis (5/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan teror Maoist memang terus menghantui warga Jharkand. Sejak tahun 1996, ada sekitar 4.500 warga sipil dan polisi yang tewas akibat serangan Maoist.
Kelompok ini juga melancarkan serangan ke jaringan ponsel dan tower karena menuding polisi menggunakan jaringan tersebut untuk melacak ponsel mereka. (faw/faw)