Dikutip detikINET dari New York Times, Kamis (5/2/2009), aksi ini dilakukan oleh tiga orang mahasiswa dari University of Michigan yang disokong sepenuhnya dari Google. Mereka pergi menuju daerah safari Entasopia di Kenya untuk coba menginstal perangkat satelit kecil dengan tenaga panel solar untuk bisa terkoneksi ke internet.
Meskipun menyediakan akses internet bukanlah termasuk bidang garapan Google, namun sepertinyaΒ menghadirkan koneksi satelit yang lebih cepat dan lebih stabil di daerah tersebut menggugah raksasa internet ini untuk terjun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun banyak keuntungan yang akan bisa didapat oleh warga setempat, namun kendala yang mesti dihadapi juga tak kalah besar. Selain masyarakat masih 'buta' internet, sebagian besar remaja di sana, khususnya perempuan, belum bisa membaca.
Entasopia yang lebih cocok untuk berwisata safari ini memang sangat terbelakang. Dengan sekitar 4.000 warga, mereka tidak memiliki fasilitas-fasilitas umum seperti bank, kantor pos dan infrastruktur penting lainnya. Bahkan surat kabar hanya datang setiap 3 atau 4 minggu saja.
Ya kita tunggu saja hasilnya, apakah dengan adanya internet kehidupan mereka bisa lebih maju atau malah ketidakefektifan yang didapat?
(sha/ash)