Pembicaraan masalah yang terus menerus, khususnya tentang kekecewaan cinta dinilai justru tidak membantu dan malah membuat mereka terobsesi. Itulah hasil studi yang dibesut oleh Dr Joanne Davila dan Liza Star, pakar psikologi dari Stony Brook University, Amerika Serikat.
Dilansir Telegraph dan dikutip detikINET, Senin (2/2/2009), mereka mewawancarai hampir seratus gadis usia belasan tahun dalam studi yang dipublikasikan di The Journal of Adolescence tersebut. Disimpulkan, tingginya level aktivitas diskusi dengan teman secara signifikan berhubungan dengan tingginya skala depresi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, banyak berdiskusi memang menolong jika yang diajak bicara bisa menghadirkan solusi yang diperlukan. Namun sayangnya, kaum muda pada umumnya belum mampu menemukan cara efektif untuk mengatasi masalahnya sendiri. Itulah sebabnya mendiskusikan masalah antar teman sebaya mungkin tidak membantu, malah dapat berujung depresi.
(fyk/ash)