Demikian hasil The Connectivity Scorecard, sebuah penelitian yang dilakukan Profesor Leonard Waverman dari London Business School seperti dikutip detikINET dari laporan tersebut yang tersedia di situs Nokia Siemens Network, Kamis (29/1/2009).
Dalam penelitian, nama Indonesia masuk dalam kategori 'Resource and Efficiency-Driven Economies'. Nah, untuk kategori ini Malaysia berada di posisi puncak dengan nilai 7.7 jauh mempecundangi Indonesia yang mendapatkan nilai konektivitas 1.87. Jika dibandingkan dengan 50 negara yang disurvey, maka Indonesia meraih posisi nyaris buncit pada nomor 46.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (29/1/2009), Malaysia sukses memuncaki daftar di kategori 'negara berkembang' karena memiliki kerjasama yang baik antara sektor publik dan swasta. Malaysia juga disebut melakukan investasi infrastruktur yang besar-besaran sehingga memikat bagi perusahaan asing. (wsh/wsh)