Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Kontainer Sejuta Dollar Cisco Parkir di ITB

Kontainer Sejuta Dollar Cisco Parkir di ITB


- detikInet

Jakarta - Setelah Jakarta dan Depok, Cisco Express-Network on Wheels (NoW) kini parkir di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Ganesha 10 dari tanggal 28-30 Januari. Kontainer seharga $ 1 juta ini memamerkan solusi teknologi milik Cisco.

"Cisco Espress-NoW tidak hanya akan membantu kami untuk memperlihatkan teknologi yang kami miliki, tapi juga juga untuk dapat menjangkau berbagai kalangan individu, organisasi dan komunitas yang belum dicapai oleh Cisco," kata Managing Director Cisco Indonesia Irfan Setiaputra dalam sambutannya di Sayap Timur Kampus center ITB, Jalan Ganesha 10, Rabu (28/1/2009).

Menurut Irfan, kolaborasi merupakan hal yang sangat penting dalam menjalankan operasional di zaman global seperti sekarang ini. Solusi teknologi seperti unified communicaation, keamanan publik, reklame digital, otomatisasi bangunan, sistem kendali energi dan pengelolaan fasilitas yang memungkinkan jaringan untuk menghubungkan manusia di semua tempat menjadi teknologi maju dan teknologi di masa depan yang ditawarkan oleh Cisco.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami berkomitmen dalam memberikan kontribusi pada transformasi nasional dengan membawa teknologi maju dan teknologi yang di masa depan diperkirakan akan berkembang pesat," paparnya.

Bandung merupakan kota terakhir dalam rangkaian tur ke Indonesia. Setelah ini, kontainer sepanjang 40 kaki ini akan dipulangkan ke Singapura untuk diperbaiki dan ditambahkan teknologi yang baru yang dimiliki oleh Cisco.

"Investasi kami untuk ini (kontainer dan roadshow - red) mencapai $ 2 juta. $ 1 juta untuk membangun kontainer dan $ 1 juta untuk biaya roadshow ke 7 negara di Asia," kata Irfan.

Kendaraan ini, menurut Solichin, System Engineer Cisco Indonesia, dibangun secara khusus agar dapat digunakan untuk menyediakan berbagai layanan komunikasi secara cepat ketika terjadi bencana alam.

"Kelengkapan konektivitas internet satelit serta tenaga listrik membuat kami bisa melakukan komunikasi dimanapun kapan saja. Walaupun di daerah bencana alam yang menghancurkan semua infrastruktur telekomunikasi misalnya," terang Solichin sembari mendemonstrasikan Rapidly Deployable Communication (Cisco iComm) yang menyediakan komunikasi mobile secara aman dan cepat dimanapun serta kapanpun.

Dengan Cisco iComm, tambah Solichin, dalam waktu kurang dari 10 menit kita dapat berkomunikasi walaupun sistem komunikasi terganggu karena bencana alam. "Kita bisa berkomunikasi melalui jaringan kabel, nirkabel maupun satelit untuk memperluas cakupan komunikasi," pungkasnya. (afz/wsh)







Hide Ads