Dikutip detikINET dari IrinNews, Rabu (14/1/2009), ponsel bakal dipakai untuk mengkoleksi data level nutrisi masyarakat secara cepat. Begitu menjumpai kasus kurang gizi, para pekerja lapangan cukup mengirim data kesehatan via SMS.
Informasi tersebut selanjutnya bakal dikirimkan ke komputer pengolah statistik nutrisi dan ketahanan pangan nasional. Sebelumnya, perlu waktu sangat lama untuk mengolah data itu di Integrated Nutritional & Food Security Surveillance System.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sistem bernama RapidSMS yang dibesut UNICEF ini dites di Malawi mulai Januari 2009. Angka kematian di Malawi memang termasuk tertinggi di dunia, di mana 120 dari 1000 anak meninggal sebelum berumur 5 tahun. Adapun 46 persen anak balita terindikasi kekurangan gizi.
Sharing info soal ponsel? Gabung di detikINET Forum! (fyk/ash)