Memang di Second Life, para karakter yang disebut avatar dimungkinkan berhubungan intim. Dan dengan harga relatif murah, para pengakses Second Life bisa membeli layanan seks dari para pelacur yang berkeliaran di sana. Salah satunya seorang gadis Italia bernama Palela Anderson.
Dikutip detikINET dari Wired, Selasa (13/1/2009), Palela rupanya tidak berani melacurkan diri di dunia nyata. Untuk itu, dia membuat karakter pelacur di Second Life yang mewakili dirinya. Di Second Life, ia mengaku dapat menjajakan diri dalam dunia cyber yang relatif aman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karakter virtual yang diciptakannya pun dibuat semirip mungkin dengan dirinya. "Aku ingin meminimalisir perbedaan antara diriku di dunia nyata dengan yang ada di Second Life. Avatarku terlihat seperti diriku karena akulah yang melakukan pekerjaan itu," kata Palela. (fyk/ash)