Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Banyak UKM Belum Melek TIK

Banyak UKM Belum Melek TIK


- detikInet

Yogyakarta - Usaha Kecil dan Menengah (UKM) perlu menerapkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan daya saing. Sayangnya, masih banyak UKM di Indonesia yang belum paham penerapan TIK.

Untuk itu, sekitar 25 mahasiswa terpilih dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, hari ini bersiap mengawali kegiatan program magang di berbagai UKM bertajuk Industry Attachment Program (IAP). Mereka khusus bakal membantu UKM memajukan usaha berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Mereka jadi bagian dari 100 mahasiswa perguruan tinggi di Surabaya, Yogya dan Jakarta yang terpilih mengikuti program besutan USAID/SENADA dan Cisco ini. Setelah mendapatkan berbagai pelatihan, kini mereka siap diterjunkan selama beberapa bulan untuk membantu memajukan UKM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Farid Maruf, Senior Industri Advisor ICT di SENADA, UKM memang perlu didorong untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi yang menunjang kegiatan usaha agar dapat bertahan dalam persaingan dengan perusahaan besar.

Selain itu, ditambahkan oleh Kurnijanto Eddy Sanggono, Marketing Director Cisco System Indonesia, kegiatan magang mahasiswa untuk mengeimplementasikan TI ini juga diharapkan jadi solusi bagi perusahaan lokal dalam menghadapi krisis ekonomi yang saat ini tengah menerjang dunia.

Para mahasiswa pilihan tersebut bakal magang membantu UKM yang bergerak di berbagai bidang bisnis seperti usaha alas kaki, perabotan rumah tangga, suku cadang kendaraan bermotor dan industri garmen.

Selama magang, mahasiswa diharuskan membantu menerapkan implementasi TI yang paling tepat guna untuk mendorong kinerja UKM. Dan ketika program ini sudah berakhir, mereka akan membuat semacam skema perencanaan agar UKM bisa terus menerapkan TI meski mahasiswa sudah mengakhiri program magangnya

Ubah Paradigma Magang

Masih menurut Farid Maruf, salah satu latar belakang program ini adalah untuk mengubah paradigma magang mahasiswa selama ini. Sebab terkadang, program magang ini hanya dinilai menjadi beban bagi perusahaan.

"Selain itu, perusahaan juga sebenarnya sering tidak peduli dengan program magang. Nah dengan pembelajaran TI ini, diharapkan program magang menghasilkan manfaat yang nyata," pungkasnya dalam acara regional kick off API di Fakultas Teknik UGM, Yogyakarta, Jumat (19/12/2008).
(fyk/dwn)




Hide Ads