Hal itu terjadi di Austin, Texas. Dikutip dari Vnunet, Selasa (16/12/2008), seorang guru menegur salah seorang siswanya karena mendemonstasikan dan membagi-bagikan salinan distro Linux HeliOS ke teman-temannya.
Sang guru lantas menyita disk dan menahan siswa tersebut untuk diperiksa karena menyebarkan software ilegal. Guru yang dikenal bernama Karen ini lalu mengirim email ke salah seorang evangelist Linux bernama Ken Starks dari HeliOS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
"Starks, saya yakin Anda tahu apa yang Anda lakukan. Tetapi saya tidak bisa mendukung Anda atau membiarkan hal ini terjadi di ruang kelas saya. Dalam hal ini, saya tidak yakin apa yang Anda lakukan adalah legal. Tidak ada software yang gratis".
Guru tersebut juga memaparkan bahwa ia akan memeriksa kasus ini dan mengklaim akan menuntut denda sesuai undang-undang jika Starks terbukti melakukan tindakan yang ilegal.
Starks sendiri sangat menyesalkan ketidaktahuan sang guru mengenai legalitas Linux, khususnya HeliOS. Starks merasa dihina karena dirinya dituduh melibatkan anak melakukan aktivitas 'ilegal'. "Anda sebaiknya malu sendiri berbicara omong kosong seperti itu," tukasnya.
Dikutip dari Vnunet, Selasa (16/12/2008), sang guru juga mengatakan kalau ia dan beberapa sekolah lain akan 'mengadili' Linux selama di sekolah. Sebab, menurutnya setiap komputer di sekolah menggunakan sistem operasi Windows.
Terkait hal ini, Starks mengimbau bahwa alangkah lebih baiknya jika uang yang digelontorkan Austin Independent School District tersebut untuk membeli jutaan dolar software Microsoft digunakan untuk mengedukasi anak.
(dwn/faw)