Β
Ujung-ujungnya, jurang kesenjangan digital (digital devide) antara lapisan masyarakat ditakutkan bakal semakin menganga. Apalagi jika tidak ada antisipasi dari pemerintah untuk segera mengambil langkah kongkret.
"Yang ditakutkan adalah pengguna internet yang meningkat tersebut berada di kota-kota besar saja, bagaimana dengan daerah pedalaman," ujar Yanuar Nugroho, peneliti ICT dan Masyarakat Sipil yang ditemui detikINET di sela acara bertajuk 'ICT Sebagai Alat Perubahan Sosial bagi Masyarakat Sipil' yang diadakan di Hotel Bumi Karsa, Pancoran, Jakarta, Jumat (12/12/2008).
ο»ΏDipaparkannya, dari hasil survei yang dilakukan pada akhir 2004, sekitar 94 persen dari responden Civil Society Organization (CSO) menyebutkan, 86,94 persen responden mempunyai akses internet pada PC-nya dan hanya sebagian kecil atau 5,97 persen telah menggunakan internet lebih dari sepuluh tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketersediaan infrastruktur di Indonesia juga dinilai Yanuar belumlah dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Walau internet secara teknologi sudah semakin maju namun aksesnya belum sampai pedalaman.
Selain itu, menggunakan internet secara 'sehat' juga tak hanya sebatas bisa menggunakan tapi juga harus dididik dari sisi konten. "Dalam memberikan pelajaran soal internet kita tidak bisa hanya memberitahu mereka tentang pengunanaan internet, hal itu akan berakibat fatal," tambahnya.
Karena internet bukan sekedar black box, tidak serta merta kita mengharapkan orang yang kita berikan tentang internet akan menggunakan internet sesuai harapan kita, lanjutnya.
(ash/ash)