Alat peraga yang terdiri dari unit komputer, layar LCD serta software Worldwide Telescope itu diresmikan pada Kamis (27/11/2008) di Observatorium Boscha, Lembang, Bandung. Alat peraga itu mampu menampilkan gambar-gambar objek luar angkasa dan bisa terhubung ke internet untuk mendapatkan data-data terbaru.
Nantinya Observatorium Boscha akan menggunakan alat peraga itu sebagai bagian dari fasilitas yang bisa dinikmati, baik untuk penelitian maupun untuk pendidikan. Misalnya, seperti dituturkan Direktur Observatorium Boscha Taufiq Hidayat, pengunjung bisa menikmati tur virtual antariksa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan setelah teleskop itu berfungsi, diperkirakan butuh waktu dua hingga tiga bulan untuk mengintegrasikan data yang dihasilkan teleskop ke dalam alat peraga Worldwide Telescope. "Kami harus kerjasama dengan Microsoft untuk ini," ujarnya.
Piranti lunak Worldwide Telescope sebelumnya telah diperagakan oleh pendiri Microsoft, Bill Gates, saat memberikan kuliah umum di Jakarta, Mei 2008. Rupanya demonstrasi yang dilakukan Gates memikat Institut Teknologi Bandung selaku pengelola Observatorium Boscha dan Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek).
Toni Seno Hartono, National Technology Officer PT Microsoft Indonesia, mengatakan piranti lunak Worldwide Telescope memiliki antarmuka yang terbuka. Sehingga, ujarnya, dimungkinkan pengembangan piranti lunak untuk berinteraksi dengan piranti lunak tersebut.
Akan Direplikasi, Bisa Diunduh
Menurut Toni, jika antusiasme masyarakat dalam menggunakan alat peraga itu di Boscha cukup tinggi Microsoft akan mereplikasinya di tempat lain. Beberapa lokasi yang telah 'diincar' adalah Taman Mini Indonesia Indah dan Planetarium di Taman Ismail Marzuki.
Worldwide Telescope dapat menampilkan alam semesta yang pernah terdeteksi oleh manusia, mulai dari tata surya, bima sakti hingga gugus-gugus bintang di luar bima sakti. Data yang ditampilkan adalah hasil pengamatan dari lembaga-lembaga antariksa ternama, termasuk data dari teleskop Hubble hingga ekspedisi ke planet Mars.
Selain di Boscha, piranti lunak ini tersedia secara gratis bagi pengguna komputer yang mau mengunduhnya dari situs worldwidetelescope.org. Namun, spesifikasi mesin yang bisa menjalankan piranti ini cukup berat, yaitu:
- Sistem operasi minimal Windows XP SP 2 atau Windows Vista
- Prosesor minimal Intel Core 2 Duo 2 GHz
- RAM minimal 1 GB, direkomendasikan 2 GB
- Kartu grafis 3D accelerated 128 MB atau discrete 256 MBVRAM
- Hardisk 1 GB untuk instalasi, dan direkomendasikan 10 GB untuk fitur offline
- DirectX 9.0c dan .NET Framework 2.0
- Koneksi internet broadband atau minimal 56 Kbps
(wsh/wsh)