Penelitian yang dilakukan para peneliti dari University of Southern California dan University of California, Berkeley ini mewawancarai 800 remaja dan orang tua mereka, selama tiga tahun. Tak hanya itu, para peneliti juga melakukan observasi terhadap remaja melalui MySpace, Facebook, dan Youtube selama lebih dari 5 ribu jam.
"Ada begitu banyak mitos terkait anak-anak yang menghabiskan waktunya untuk online, yakni dikhawatirkan berbahaya atau membuat anak-anak malas," ujar Mizuko Ito, seorang peneliti di University of California, Irvine, seperti dikutip detikINET dari AFP, Minggu (23/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui aktivitas online remaja menciptakan dan mempelajari cara baru untuk berekpresi. Mereka belajar membuat video, game atau berkreasi dengan halaman MySpace.
Mereka memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan teman-teman melalui MySpace, Facebook atau Youtube. Mereka juga dapat mencari suatu informasi yang mereka butuhkan di internet.
Namun, yang perlu diingat, remaja harus pintar-pintar mengatur pergaulan di dunia maya, sehingga tidak terjerumus ke pergaulan sesat. (faw/wsh)