"Ini sudah kesepakatan global, tak bisa kita hindari lagi," kata anggota Gugus Tugas Migrasi ke IPv6, John Sihar Simanjuntak, di sela sosialisasi IPv6, di Hotel Redtop Pecenongan, Jakarta, Kamis (30/10/2008).
Meski nantinya perusahaan harus menginvestasikan sejumlah biaya tambahan untuk perangkat jaringan saat migrasi dari IPv4 ke IPv6, namun John Sihar berpendapat, upaya ini setimpal dengan yang dihasilkan nantinya. "IPv6 bisa mendorong penetrasi pengguna internet," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirjen Postel Depkominfo, Basuki Yusuf Iskandar, menilai bahwa migrasi ini sangat mendesak karena keterbatasan alokasi alamat IPv4 yang tersisa sekitar 700 juta untuk seluruh dunia.
Sementara, IPv6 sendiri dinilai punya kelebihan seperti tingkat keamanan jaringan yang lebih tinggi, konfigurasi dan routing otomatis, serta jumlah pengalamatan yang bisa mencapai jumlah tidak terhingga atau setara setiap inci permukaan bumi (2 pangkat 128). Sementara pengalamatan IPv4 hanya mencapai
sekitar 4 miliar alamat saja.
"Migrasi mendesak seiring kemajuan teknologi informasi mulai dari keperluan data, email, transaksi onlie yang berujung pada penciptaan efisiensi kerja manusia," tandas Basuki yang diwakili Budi Santoso, Direktur Telekomunikasi Ditjen Postel Depkominfo. (rou/dwn)