Dalam laporan oleh 304th Military Intelligence Battalion, terdapat bagian berjudul 'Potential for Terrorist Use of Twitter'. Laporan itu mengungkap kekhawatiran Twitter dipakai untuk kepentingan para teroris.
Dalam laporan itu, tertulis bahwa Twitter saat ini telah menjadi tool aktivitas sosial bagi berbagai kalangan seperti kaum sosialis, pejuang hak asasi manusia, namun juga oleh kaum yang memiliki tujuan anarkis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui Twitter, pengguna memang bisa mengirim berbagai pesan yang sering dikenal sebagai 'Tweets'. Bahkan dalam beberapa kasus, berbagai informasi lebih cepat menyebar via Twitter daripada di situs berita, misalnya dalam kejadian gempa Los Angeles beberapa waktu lalu.
"Secara teoritis, teroris dapat memanfaatkan Twitter sebagai sarana operasi," ungkap laporan itu. Ditambahkan, Twitter dapat dikombinasikan dengan teknologi lain seperti Google Maps atau ponsel GPS untuk menentukan lokasi dalam merancang serangan.
"Layanan GPS ponsel bisa dipakai oleh lawan kita untuk merencanakan perjalanan, pengamatan dan penentuan target, " imbuhnya.
Sharing cerita soal situs atau blog favorit? Gabung di detikINET Forum! (fyk/ash)