Pasalnya, menurut majalah National Geographic, salah satu bahan pembuat ponsel yakni Coltan didapat dari Kongo yang jadi habitat Gorila. Seiring permintaan ponsel yang terus melonjak, penambangan coltan di sana pun tak terkendali sehingga tempat tinggal Gorila menyusut.
Bahkan semakin banyak Gorila jadi sasaran empuk untuk ditangkap dan diperjualbelikan secara ilegal. Dengan daur ulang, berbagai komponen ponsel bisa digunakan lagi yang membantu mengurangi penambangan coltan sehingga ujung-ujungnya dapat menyelamatkan populasi Gorila.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Markus Tehro, International Director of Environmental Nokia, jika semakin banyak orang mau mendaur ulang ponselnya, maka pemakaian bahan mentah untuk membuat ponsel bisa direduksi.
Survei dari Nokia sendiri mengungkap rendahnya kesadaran orang untuk mendaur ulang ponsel yang sudah tidak terpakai. Dalam survei global tersebut, sebanyak 44 persen dari ponsel bekas dibiarkan saja terbengkalai di rumah.
Sementara sebanyak 25 persen responden memberikan ponsel bekas ke teman atau keluarga dan sebanyak 16 persen menjual kembali ponsel bekas mereka, terutama di negara berkembang. Demikian dikutip detikINET dari Iol, Senin (13/10/2008).
Berbagi info soal ponsel? Gabung saja di detikINET Forum!
(fyk/ash)