Terungkap pula dalam studi ini bahwa mereka yang menyukai cybersex pada umumnya adalah lelaki, berpendidikan baik dan berasal dari segala umur. Mereka rata-rata menghabiskan waktu sekitar 12 jam seminggu di dunia maya untuk melakukan aktivitas berbau mesum.
"Kami menemukan bahwa sekitar 27 persen dari pengakses cybersex ini lebih tinggi kadar depresinya daripada skala standar," tukas Marcus Squirell dari Swimburne University of Technology in Melbourne, salah satu akademisi yang membesut studi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih menurut Marcus, salah satu alasan fenomena ini kemungkinan karena saking begitu seringnya mereka beraktivitas online dan tidak punya waktu untuk bersosialisasi sehingga mengalami depresi. Bisa jadi pula mereka memang sebelumnya adalah penderita depresi dan berusaha menghilangkannya dengan aktivitas cybersex.
Ingin tahu info seru seputar internet? Gabung saja di detikINET Forum! (fyk/dwn)