"Seluruh kantor pelayanan pos sebanyak 3.500 kantor diharapkan sudah bisa terhubung secara online di tahun 2009 nanti. Saat ini baru sekitar 3.200 kantor pos saja," ungkap Wakil Direktur PT Pos Indonesia, Ketut Margana, di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (9/9/2008).
Selain semuanya terhubung secara online, jaringannya pun akan dikembangkan. Ia mengatakan, saat ini masih banyak kendala jaringan yang dihadapi seperti sering mati dan koneksi lambat. "Karena masih memakai GPRS jadi koneksinya masih belum stabil. Ke depan akan kami ganti memakai dedicated server," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlah dana yang diperlukan sedang kami hitung. Caranya dengan melihat seberapa besar market di Indonesia, kemudian kami tentukan berapa market share yang bisa diraih lalu kami pilih sarana apa saja yang diperlukan untuk mengejar market share tersebut," katanya. Dari penghitungan itulah nantinya akan keluar estimasi biaya yang diperlukan.
Demi Go Public
Ia mengaku perbaikan sistem teknologi informasi ini dilakukan untuk meningkatkan nilai perusahaan sebelum go public. Menurutnya, PT Pos belum layak untuk masuk lantai bursa dalam waktu dekat, apalagi image-nya sedang tidak begitu bagus dan diradang beberapa masalah.
"Untuk meningkatkan nilai perusahaan pertama-tama kami lakukan dengan meningkatkan kualitas dan layanan produk. Selanjutnya bagian marketing communication yang maju melalui iklan dan kegiatan promosi lainnya agar masyarakat mengetahui image PT Pos yang baru," imbuhnya.
Ketut mengatakan, untuk ke depan, teknologi informasi akan menjadi tulang punggung bagi PT Pos Indonesia. Dengan teknologi tersebut, PT Pos berencana untuk bekerja sama dengan bank melalui payment point. "Sehingga bagi bank yang ingin menjangkau daerah pelosok tidak perlu membangun infrastruktur dan SDM, cukup kerjasama dengan PT Pos saja," pungkasnya.
Ikuti kontes foto berhadiah Blackberry di detikINET Forum
(ang/wsh)