Studi ini mensurvei 106 bandara utama di Amerika Serikat dan juga 800 pelaku bisnis. Dari seluruh laptop yang raib karena bermacam sebab itu, hanya 30 persen yang kembali lagi pada pemiliknya.
Dan jika ditotal, sekitar 600.000 laptop hilang di bandara Amerika Serikat setiap tahunnya. Masalahnya, laptop itu seringkali mengandung data-data penting sehingga amat merugikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, terbersit keraguan atas studi ini mengingat begitu banyak laptop yang dinyatakan lenyap. Apalagi studi ini juga dirilis bersamaan dengan promosi produk Dell bernama Prosupport Mobility Services yang gunanya untuk melindungi laptop sehingga disinyalir hanya dimanfaatkan untuk memperlaris produk.
Berbagi cerita seru soal laptop? Yuk, gabung di detikINET Forum! (fyk/rou)