Produk tersebut adalah Nokia 5000, 2680 Slide dan 1680 Klasik. Ketiganya ditujukan untuk replacement buyers yakni konsumen yang ingin mengganti ponsel mereka dengan yang lebih baru dan canggih.
Pada tahun-tahun belakangan, mayoritas konsumen yang baru pertama kali membeli ponsel (first time buyers) datang dari emerging market. Namun, sekarang terjadi perubahan yang signifikan, selain first-time buyers meningkat, angka untuk replacement buyers juga melonjak secara substansial di emerging market.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa tahun belakangan, peningkatan mulai terasa di replacement buyers. Nah, pada 2008 ini komposisi antara first time buyers dan replacement buyers sudah setengah-setengah," ujar Hasan, ketika acara peluncuran di Bapindo Plaza, Jakarta (22/5/2008).
Tahun ini Nokia memperkirakan untuk pertama kalinya, konsumen dari emerging market yang ingin mengganti ponselnya akan melebih angka konsumen yang baru pertama kali membeli ponsel.
"Permintaan terhadap produk replacement sudah terjadi juga di segmen low end. Namun tak bisa dipungkiri, pergerakan di kelas high end lebih besar," imbuh Hasan.
Nokia mengkalim memiliki portofolio terbesar di industri seluler dengan dukungan lebih dari 80 bahasa. Jumlah perangkat Nokia yang telah digunakan pun diklaim telah menyentuh angka 1 miliar orang.
3 Produk Baru
Nokia 5000 tampil dengan kamera 1,3 megapixel, QVGA beresolusi tinggi dan radio FM dengan kemampuan merekam. Kelebihan lain dari ponsel berbanderol dibawah Rp 1,5 juta ini adalah Nokia Xpress Audio Messaging, Bluetooth dan GPRS.
Sementara 2680 Slide merupakan produk pertama Nokia untuk entry market. Ponsel tipis yang juga dibanderol dibawah Rp 1,5 juta ini juga memiliki kamera yang terintegrasi.
Untuk 1680 klasik merupakan ponsel kamera nokia yang dibanderol dibawah Rp 1 juta. Ponsel ini menawarkan fungsi phone sharing dan diklaim punya kemudahan dalam mengakses e-mail.
Mau tukar informasi soal gadget dan ponsel? Diskusikan di detikINET Forum.
(ash/ash)