Β
Meski merupakan laptop tertipis di dunia, MacBook Air yang memiliki berat 1,5 kg bukanlah laptop teringan di dunia. Masih ada jajaran laptop-laptop enteng lainnya, seperti Toshiba, Lenovo, Fujitsu, dan Sony yang diluncurkan beberapa tahun lalu, setidaknya demikian seperti dilansir USA Today dan dikutip detikINET, Senin (21/1/2008).
Β
Laptop Portege R500 Toshiba, misalnya, memiliki berat 0,86 kg. Sedangkan ThinkPad X61 Lenovo memiliki berat 1,35 kg. Namun, banyak orang yang tidak mengenal laptop-laptop ringan ini. Pasar untuk laptop-laptop ini juga sangat terbatas.
Β
Hal ini dapat terlihat dari jumlah laptop yang terjual pada tahun 2007. Dari jumlah laptop yang terjual, hanya sekitar 7,5 juta laptop yang memiliki layar berukuran 12 inci atau kurang, layar MacBook Air lebih lebar daripada itu.
Β
Laptop-laptop super ringan (ultra portable) ini sulit dijual di pasaran karena beberapa faktor:
Β
- Dari segi harga, semakin kecil komponen internal, maka akan semakin mahal biaya yang dibutuhkan.
- Dari segi fitur, semakin mini laptop maka semakin minim fitur yang tersedia. Demi menghemat ruang, fitur-fitur tersebut harus dipangkas. Misalnya, MacBook Air tidak memiliki CD/DVD drive, atau baterai yang mudah diganti.
- Tantangan pasar. Banyak retail yang enggan menjual laptop mini karena sulit bagi mereka untuk meyakinkan calon pembeli tentang betapa ringannya laptop tersebut. Gambar di situs ataupun di katalog tidak cukup untuk menjelaskan hal tersebut.
Ukuran layar masih menjadi permasalahan bagi laptop ultra portable. Laptop-laptop ini memang tepat digunakan sebagai laptop kedua untuk menyelesaikan tugas-tugas ringan. Namun, untuk menyelesaikan tugas-tugas berat, laptop dengan ukuran normal masih menjadi pilihan terbaik.Β (dwn/dwn)