Dilaporkan oleh media The Times, Microsoft telah mendaftarkan paten di Kantor Paten dan Hak Cipta Amerika Serikat (AS) untuk software sistem tersebut. Kantor Paten AS sendiri membenarkan hal itu dan menyatakan, aplikasi ini mungkin akan segera disetujui dalam waktu setahun.
Sistem dengan sensor nirkabel ini memungkinkan atasan mengetahui performa pekerja dengan mengukur detak jantung, temperatur tubuh, pergerakan badan, ekspresi wajah, dan tekanan darah. Bahkan, sistem ini bisa secara otomatis mendeteksi rasa frustasi atau stres pekerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak urung, berbagai lembaga pun mengkritik rencana diciptakannya sistem Microsoft ini karena masalah privasi. "Sistem ini menyerang setiap aspek kehidupan pekerja. Hal ini merupakan masalah privasi yang serius," tandas Hugh Tomlinson, pakar proteksi data di lembaga Matrix Chambers.
Pihak Microsoft sendiri belum berkomentar secara spesifik mengenai aplikasi baru ini. "Secara umum, kami belum bisa berkomentar tentang aplikasi paten yang belum sepenuhnya disetujui," papar Microsoft seperti dikutip detikINET dari TimesOnline, Kamis (17/1/2008). (fyk/fyk)