Apple akhirnya terjun ke pasar HP lipat lewat iPhone Duo. Langkah ini terbilang terlambat karena perangkat foldable sudah beredar hampir satu dekade, tetapi Apple rupanya punya alasan sendiri mengapa memilih menunggu.
CEO Apple John Ternus mengatakan perusahaan tidak menentukan waktu peluncuran berdasarkan seberapa cepat mereka bisa memasuki sebuah kategori. Apple baru akan merilis produk ketika konsep yang dikembangkan sudah memenuhi standar perusahaan.
"Saya pikir bagi kami, pertanyaannya selalu kapan kami merasa memiliki ide produk yang memenuhi standar kami. Memenuhi standar kualitas dan durabilitas, tetapi juga desain," kata Ternus dalam wawancara dengan Tom's Guide dan TechRadar di Apple Park.
Menurut Ternus, iPhone Duo menjadi contoh bagaimana hardware dan software dikembangkan bersama untuk menciptakan pengalaman yang berbeda. Format HP lipat juga memberikan Apple kesempatan untuk memikirkan ulang banyak aspek perangkat.
Greg Joswiak, Senior Vice President Worldwide Marketing Apple, mengakui konsep dasar HP lipat sebenarnya sederhana: pengguna menginginkan layar besar yang tetap bisa dilipat dan dimasukkan ke dalam saku.
Namun Apple merasa implementasi HP lipat yang sudah ada belum cukup menarik.
"Apa yang kami lihat dilakukan pihak lain tidak terlalu menginspirasi. Dan seperti yang Anda tahu, sejarah kami tidak pernah terburu-buru masuk ke sesuatu dengan produk yang setengah matang," ujar Joswiak.
Dikembangkan dengan Kode Nama Rahasia
Di balik penantian panjang tersebut, Apple ternyata berusaha keras menjaga pengembangan iPhone Duo tetap rahasia.
Menurut Joswiak, publik sebenarnya sudah mengetahui lewat bocoran bahwa Apple sedang mengembangkan perangkat foldable. Bahkan sudah beredar spekulasi mengenai aspect ratio yang kebetulan mendekati rancangan Apple.
Karena itu, Apple memutuskan memberikan pengamanan ekstra pada proyek iPhone Duo.
"Kami punya kode nama yang sangat lucu, yang bahkan tidak akan saya sebutkan, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan produk ini," kata Joswiak.
"Kami bilang, kami akan menjaga yang satu ini ekstra rahasia karena orang-orang sudah tahu melalui bocoran bahwa kami sedang mengerjakan foldable."
Apple kemudian berusaha benar-benar "mengunci" informasi mengenai proyek tersebut agar tidak tersebar lebih jauh.
"Dan itu berhasil," ujar Joswiak.
Tak Mau Seperti Dua HP Ditempel
Salah satu hal yang ingin dipecahkan Apple adalah bentuk HP lipat ketika dibuka. Menurut Joswiak, pendekatan yang digunakan sejumlah perangkat sebelumnya menghasilkan layar besar berbentuk hampir persegi dan perangkat yang terasa besar serta bulky.
Ia menggambarkannya seperti dua ponsel yang "ditempel secara canggung".
Karena itu, Apple memilih aspect ratio berbeda untuk iPhone Duo. Perusahaan ingin layar besar perangkat tersebut lebih sesuai dengan cara pengguna memakai smartphone, bukan sekadar menggabungkan dua layar ponsel.
Apple juga menganggap software sebagai bagian penting dari pendekatan tersebut. Tim iOS harus memastikan pengalaman menggunakan Duo tetap terasa natural saat perangkat berpindah dari kondisi tertutup menjadi terbuka.
Ternus mencontohkan posisi kontrol antarmuka yang dipindahkan ke sisi kanan. Ketika Duo tertutup, kontrol berada di bawah ibu jari kanan pengguna. Saat perangkat dibuka, posisinya tetap berada di bawah ibu jari kanan.
Apple juga merancang aspect ratio layar luar dan dalam agar konsisten sehingga konten dapat berubah ukuran secara proporsional ketika pengguna membuka perangkat.
"Salah satu hal terbesar dengan iOS adalah Anda akan memiliki dua layar. Bagaimana memastikan pengalaman itu terasa kontinu?" jelas Ternus.
Pendekatan tersebut turut memanfaatkan pengalaman Apple mengembangkan iPad dan iPadOS. Joswiak mengatakan Apple tidak ingin aplikasi di Duo hanya menjadi aplikasi iPhone yang diperbesar.
Developer juga dapat memanfaatkan pengalaman aplikasi iPhone dan iPad yang sudah mereka miliki untuk menyesuaikan tampilan ketika Duo dibuka.
(afr/afr)