Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ini Alasan Apple Baru Rilis HP Lipat usai 10 Tahun

Ini Alasan Apple Baru Rilis HP Lipat usai 10 Tahun


Adi Fida Rahman - detikInet

iPhone Duo
Ini Alasan Apple Baru Rilis HP Lipat usai 10 Tahun Foto: Apple
Jakarta -

Apple akhirnya terjun ke pasar HP lipat lewat iPhone Duo. Langkah ini terbilang terlambat karena perangkat foldable sudah beredar hampir satu dekade, tetapi Apple rupanya punya alasan sendiri mengapa memilih menunggu.

CEO Apple John Ternus mengatakan perusahaan tidak menentukan waktu peluncuran berdasarkan seberapa cepat mereka bisa memasuki sebuah kategori. Apple baru akan merilis produk ketika konsep yang dikembangkan sudah memenuhi standar perusahaan.

"Saya pikir bagi kami, pertanyaannya selalu kapan kami merasa memiliki ide produk yang memenuhi standar kami. Memenuhi standar kualitas dan durabilitas, tetapi juga desain," kata Ternus dalam wawancara dengan Tom's Guide dan TechRadar di Apple Park.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Menurut Ternus, iPhone Duo menjadi contoh bagaimana hardware dan software dikembangkan bersama untuk menciptakan pengalaman yang berbeda. Format HP lipat juga memberikan Apple kesempatan untuk memikirkan ulang banyak aspek perangkat.

Greg Joswiak, Senior Vice President Worldwide Marketing Apple, mengakui konsep dasar HP lipat sebenarnya sederhana: pengguna menginginkan layar besar yang tetap bisa dilipat dan dimasukkan ke dalam saku.

Namun Apple merasa implementasi HP lipat yang sudah ada belum cukup menarik.

"Apa yang kami lihat dilakukan pihak lain tidak terlalu menginspirasi. Dan seperti yang Anda tahu, sejarah kami tidak pernah terburu-buru masuk ke sesuatu dengan produk yang setengah matang," ujar Joswiak.

New Apple CEO John Ternus holds the new foldable iPhone Duo during Apple's event at the Steve Jobs Theater in Cupertino, California, U.S. September 9, 2026. REUTERS/Carlos BarriaCEO Apple John Ternus pamer iPhone Duo Foto: REUTERS/Carlos Barria

Dikembangkan dengan Kode Nama Rahasia

Di balik penantian panjang tersebut, Apple ternyata berusaha keras menjaga pengembangan iPhone Duo tetap rahasia.

Menurut Joswiak, publik sebenarnya sudah mengetahui lewat bocoran bahwa Apple sedang mengembangkan perangkat foldable. Bahkan sudah beredar spekulasi mengenai aspect ratio yang kebetulan mendekati rancangan Apple.

Karena itu, Apple memutuskan memberikan pengamanan ekstra pada proyek iPhone Duo.

"Kami punya kode nama yang sangat lucu, yang bahkan tidak akan saya sebutkan, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan produk ini," kata Joswiak.

"Kami bilang, kami akan menjaga yang satu ini ekstra rahasia karena orang-orang sudah tahu melalui bocoran bahwa kami sedang mengerjakan foldable."

Apple kemudian berusaha benar-benar "mengunci" informasi mengenai proyek tersebut agar tidak tersebar lebih jauh.

"Dan itu berhasil," ujar Joswiak.

Greg Joswiak, Senior Vice President Worldwide Marketing AppleGreg Joswiak, Senior Vice President Worldwide Marketing Apple Foto: Apple

Tak Mau Seperti Dua HP Ditempel

Salah satu hal yang ingin dipecahkan Apple adalah bentuk HP lipat ketika dibuka. Menurut Joswiak, pendekatan yang digunakan sejumlah perangkat sebelumnya menghasilkan layar besar berbentuk hampir persegi dan perangkat yang terasa besar serta bulky.

Ia menggambarkannya seperti dua ponsel yang "ditempel secara canggung".

Karena itu, Apple memilih aspect ratio berbeda untuk iPhone Duo. Perusahaan ingin layar besar perangkat tersebut lebih sesuai dengan cara pengguna memakai smartphone, bukan sekadar menggabungkan dua layar ponsel.

Apple juga menganggap software sebagai bagian penting dari pendekatan tersebut. Tim iOS harus memastikan pengalaman menggunakan Duo tetap terasa natural saat perangkat berpindah dari kondisi tertutup menjadi terbuka.

Ternus mencontohkan posisi kontrol antarmuka yang dipindahkan ke sisi kanan. Ketika Duo tertutup, kontrol berada di bawah ibu jari kanan pengguna. Saat perangkat dibuka, posisinya tetap berada di bawah ibu jari kanan.

Apple juga merancang aspect ratio layar luar dan dalam agar konsisten sehingga konten dapat berubah ukuran secara proporsional ketika pengguna membuka perangkat.

"Salah satu hal terbesar dengan iOS adalah Anda akan memiliki dua layar. Bagaimana memastikan pengalaman itu terasa kontinu?" jelas Ternus.

Pendekatan tersebut turut memanfaatkan pengalaman Apple mengembangkan iPad dan iPadOS. Joswiak mengatakan Apple tidak ingin aplikasi di Duo hanya menjadi aplikasi iPhone yang diperbesar.

Developer juga dapat memanfaatkan pengalaman aplikasi iPhone dan iPad yang sudah mereka miliki untuk menyesuaikan tampilan ketika Duo dibuka.



Apple Serius Atasi Bekas Lipatan

Masalah lain yang ingin diselesaikan Apple adalah crease atau bekas lipatan yang selama ini menjadi salah satu kompromi layar foldable.

Ternus mengatakan Apple mendesain layar dan engsel iPhone Duo sebagai satu sistem. Engselnya dibuat dengan struktur kompleks untuk memaksimalkan kerataan layar.

Apple juga menggunakan susunan layar yang unik dengan kaca di kedua sisi panel OLED. Pendekatan ini ditujukan untuk membuat layar lebih tahan lama sekaligus lebih rata.

Perusahaan kemudian mengembangkan teknologi nanotexture baru untuk permukaan layar bagian dalam. Berbeda dari layar smartphone konvensional yang permukaan teratasnya berupa kaca, layar bagian dalam foldable menggunakan permukaan polimer.

Menurut Ternus, implementasi yang sudah beredar dapat membuat layar terasa seperti plastik murah saat disentuh, serta terlihat bergelombang dan berkerut.

"Nanotexture menghilangkan semua itu. Layarnya terlihat rata, terasa nyaman saat disentuh dan sangat tahan lama," ujar Ternus.

Ia mengatakan salah satu momen penting dalam pengembangan terjadi ketika tim Apple melihat model desain atau prototipe yang dianggap sudah tepat.

"Kami selalu tahu berada di jalur yang benar ketika mendapatkan model desain atau prototipe pertama dan berkata, 'Oh, ini dia. Ini yang saya inginkan'," katanya.

Setelah menemukan konsep tersebut, tantangan berikutnya adalah mengubahnya menjadi perangkat yang benar-benar dapat diproduksi.

iPhone DuoiPhone Duo Foto: Apple

iPhone Pertama yang Dukung Apple Pencil

Ukuran layar iPhone Duo ketika dibuka juga membuat Apple membawa fitur yang sebelumnya identik dengan iPad. Duo menjadi iPhone pertama yang mendukung Apple Pencil.

Ternus mengatakan dukungan Apple Pencil bukan soal mendobrak aturan bahwa iPhone tidak membutuhkan stylus. Menurutnya, layar besar ketika Duo dibuka menghadirkan skenario penggunaan yang berbeda.

"Saya sebenarnya tidak pernah menganggapnya sebagai aturan. Kami memulai dengan iPad tanpa Apple Pencil. Kami sudah membuktikan antarmuka sentuh di iPad bisa sangat mumpuni dan produktif," kata Ternus.

"Tapi ada hal-hal yang bisa dilakukan dengan pencil di layar yang lebih besar yang sangat berguna. Dan menurut saya kami melihat peluang itu di sini."

Ternus menegaskan pengguna tidak membutuhkan Apple Pencil untuk mengoperasikan iPhone Duo. Perangkat tetap dirancang agar dapat digunakan sepenuhnya dengan sentuhan jari, sementara Pencil menjadi pilihan tambahan.

Joswiak mengatakan konsep dua pengalaman tersebut bahkan tercermin dari nama iPhone Duo.

"Namanya iPhone Duo karena suatu alasan. Ini seperti dua produk. Ini adalah iPhone Anda, pengalaman familiar yang sudah biasa digunakan, lalu Anda membukanya menjadi layar besar dan itu menjadi pengalaman yang benar-benar baru, dunia yang benar-benar baru," ujarnya.

"Pencil, menurut kami, sangat masuk akal untuk itu."

Pada akhirnya, penjelasan Ternus dan Joswiak menggambarkan alasan Apple memilih menunggu ketika Samsung dan produsen Android lainnya sudah bertahun-tahun menjual HP lipat.

Bagi Apple, persoalannya bukan menjadi yang pertama memasuki pasar. Perusahaan memilih menunggu sampai desain, layar, engsel dan software dapat disatukan menjadi produk yang dianggap memenuhi standar Apple.

(afr/afr)






Hide Ads