Ponsel lipat pertama dari Apple, iPhone Duo, dilaporkan mendapat sambutan yang terbilang suam-suam kuku dari konsumen China. Mereka menyoroti masalah harga jika dibandingkan dengan deretan ponsel lipat besutan pesaing lokal, serta kekhawatiran lainnya.
"Saya takkan membelinya tahun ini. Saya akan beli ponsel lipat generasi kedua saja tahun depan," tulis seorang pengguna di platform media sosial WeChat, menurut CNBC yang dikutip detikINET, setelah Apple mengumumkan kehadiran iPhone Duo. Di China, ponsel ini dibanderol mulai 15.999 yuan (Rp 42 juta).
Netizen lain pada sebuah video ulasan di WeChat menuliskan perbandingan pendapatan. "Konsumen di AS berpenghasilan USD 3.000 hingga USD 4.000 sebulan dan membelinya seharga USD 1.999. Sementara kita berpenghasilan 3.000 hingga 4.000 yuan tetapi harus menghabiskan 10.000 yuan lebih untuk membelinya," sebutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun saham Apple sempat naik lebih dari 3% seusai acara peluncuran tersebut, perusahaan ini dihadapkan pada ujian penting di pasar terbesar ketiganya itu. China menyumbang sekitar 17% dari total pendapatan Apple dan merupakan salah satu pasar ponsel lipat paling kompetitif di dunia.
Pesaing Lokal Telah Mapan
Saat ini, brand seperti Huawei, Xiaomi, Honor, Oppo, dan Vivo telah lebih dulu menjual perangkat dengan desain lipat layaknya buku, ponsel lipat flip, bahkan lipat tiga (trifold) yang ditawarkan Huawei. Artinya, iPhone Duo harus bersaing di kategori pasar yang sudah jauh lebih mapan dibandingkan pasar luar negeri lainnya.
Menjelang acara peluncuran Apple, pada hari Senin Xiaomi dan Huawei telah lebih dulu merilis ponsel lipat flagship baru mereka: Xiaomi 18 Fold dan trifold Huawei Mate XT2, masing-masing ditawarkan 10.999 yuan dan 19.999 yuan.
Menurut data Counterpoint, Huawei memimpin pasar smartphone pada kuartal pertama dan kedua 2026. Apple membuntuti di posisi kedua, disusul oleh Vivo dan Oppo.
Secara global, pada kuartal kedua, Samsung merebut kembali posisi puncak dari Apple dalam hal pengiriman smartphone, sementara Xiaomi menempati peringkat ketiga.
Sebelumnya, Samsung juga merilis versi baru ponsel lipat dan diproyeksikan akan mengungguli Apple dalam perebutan pangsa pasar HP lipat. Berdasarkan riset tersebut, Samsung memimpin cukup jauh dengan pangsa 32%, dibanding Apple di angka 25% dan Huawei sebesar 24%.
Kendala eSIM dan Ketersediaan
Selain persoalan harga, para pengguna media sosial China juga menyuarakan kekhawatiran terkait absennya slot kartu SIM fisik pada iPhone Duo.
Kondisi ini diprediksi akan merepotkan pengguna di China daratan karena mereka harus repot-repot mendatangi gerai operator seluler guna melakukan verifikasi identitas untuk mengaktifkan eSIM.
Terkait jadwal rilis, Xiaomi 18 Fold sudah dapat dibeli mulai hari Kamis ini, disusul oleh Huawei Mate XT2 beberapa hari kemudian. Sementara itu, pre order untuk iPhone Duo baru akan dibuka pada 16 Oktober, dengan penjualan perdana secara serentak dimulai pada 23 Oktober.