Apple datang terlambat ke pasar HP lipat lewat iPhone Duo. Saat Samsung dan sejumlah pabrikan China sudah bertahun-tahun mengembangkan foldable, Apple baru sekarang membawa iPhone ke form factor tersebut.
Namun kehadirannya dinilai berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap persaingan HP lipat. Penilaian itu disampaikan tech reviewer Malvin setelah menjajal langsung iPhone Duo di Apple Event.
Meski menjadi foldable generasi pertama Apple, ia menilai perangkat tersebut sudah memberikan kesan matang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemungkinan besar iya, efek iPhone Duo akan terasa signifikan di segmen foldable karena secara 'kematangan' yang diberikan di sini memang berbeda dengan device foldable lain di kelasnya," ujar Malvin kepada detikINET.
Apple memang bukan pemain pertama di pasar ini. Samsung sudah mengembangkan lini Galaxy Z Fold dan Z Flip selama beberapa generasi. Sejumlah pabrikan China juga ikut meramaikan persaingan dengan HP lipat yang semakin tipis dan ringan.
Apple memilih menunggu lebih lama sebelum akhirnya membawa konsep foldable ke iPhone. Menurut Malvin, dari impresi awal setelah menggunakannya, penantian tersebut terasa terbayar.
"Bisa dibilang demikian, iPhone Duo terasa 'matang' dari impresi awal mencoba device tersebut," katanya.
Malvin Nathaniel, tech reviewer Bestindotech (BIT), di Apple Park Foto: doc Pribadi |
Software Bisa Jadi Senjata iPhone Duo
Menurut Malvin, salah satu pembeda terbesar iPhone Duo bukan hanya hardware. Implementasi software menjadi aspek yang justru berpotensi memberikan pengaruh terhadap perkembangan HP lipat berikutnya.
"Implementasi software iPhone Duo jadi salah satu yang paling menarik untuk diimplementasikan di foldable lain," ungkapnya.
Ia menilai UI dan UX iPhone Duo terasa dirancang secara khusus untuk perangkat lipat, bukan sekadar memindahkan pengalaman iPhone ke layar yang lebih besar.
"UI dan UX-nya terasa dipikirkan dengan sangat matang oleh Apple," ujarnya.
Implementasi tersebut penting karena tantangan HP lipat tidak berhenti pada membuat layar yang dapat ditekuk. Produsen juga harus memastikan aplikasi, animasi, perpindahan antarlayar dan interaksi pengguna tetap terasa natural ketika perangkat dibuka maupun ditutup.
Malvin mengatakan pengalaman software iPhone Duo memang terasa berbeda dan sengaja dirancang untuk form factor barunya.
"Bisa dibilang terasa berbeda dan memang didesain secara intentional untuk iPhone Duo," jelasnya.
Bahkan detail seperti animasi meninggalkan impresi kuat ketika perangkat digunakan langsung, meski tidak menjadi bagian yang paling disorot Apple saat memperkenalkan iPhone Duo.
"Animasi yang ada di iPhone Duo sebenarnya tidak terlalu disorot Apple secara langsung, tetapi setelah dicoba ternyata memberikan impresi yang kuat tentang device foldable pertama mereka," katanya.
Apple Bisa Dorong Standar Baru HP Lipat
Kehadiran iPhone Duo berpotensi membuat persaingan HP lipat bergeser dari sekadar adu ketipisan, bobot, ukuran layar dan teknologi engsel menuju pengalaman software yang lebih matang.
Apalagi Apple membawa basis pengguna iPhone dan ekosistem perangkatnya sendiri ke pasar foldable. iPhone Duo juga berpotensi menarik pengguna yang sebelumnya membutuhkan dua perangkat berbeda, seperti iPhone dan iPad mini.
"Buat yang ingin tablet dan hape dalam satu form factor, mungkin pengguna iPad Mini dan iPhone ini akan jadi sebuah device yang mengakomodasi kedua kebutuhan tersebut," kata Malvin.
Ia melihat pengguna iPhone dan iPad, terutama iPad mini, sebagai kelompok yang kemungkinan mendapatkan manfaat besar dari form factor baru tersebut.
"Pengguna iPhone dan iPad terutama Mini akan merasakan benefit yang signifikan, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk pengguna lain," ujarnya.
Namun kehadiran iPhone Duo bukan berarti Apple otomatis mengungguli foldable Android. Para rival sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun, sementara beberapa di antaranya menawarkan desain yang semakin ringan dan tipis.
iPhone Duo sendiri masih memiliki kompromi, salah satunya bobot lebih dari 250 gram. Malvin sebelumnya menyoroti bahwa angka tersebut cukup terasa ketika beberapa foldable pesaing sudah semakin ringan.
Meski demikian, masuknya Apple membuat persaingan HP lipat semakin menarik. Bila implementasi software iPhone Duo mendapatkan respons positif dari konsumen, pendekatan Apple tersebut bukan tidak mungkin ikut memengaruhi bagaimana produsen lain merancang pengalaman foldable generasi berikutnya.
Setidaknya dari pengalaman hands-on Malvin, senjata utama iPhone Duo bukan sekadar fakta bahwa layarnya bisa dilipat, melainkan bagaimana hardware dan software dibuat bekerja sebagai satu kesatuan.
(afr/afr)



