Pasar PC global tengah mengalami pergeseran strategi secara masif. Akibat terimpit kelangkaan dan melonjaknya harga komponen memori (RAM/NAND), para produsen PC mulai meninggalkan pasar laptop murah dan mengalihkan fokus produksi pada komputer berfitur kecerdasan buatan (AI PC) yang lebih mahal.
Langkah ini membuat jumlah unit PC yang dikirimkan ke pasar secara global terus menurun, namun di saat yang sama justru mendongkrak pendapatan (revenue) para vendor utama ke tingkat rekor baru.
Data IDC: Pengiriman Turun, Harga Melonjak 20 Persen
Laporan dari lembaga riset International Data Corporation (IDC) mencatat bahwa pengiriman PC secara global merosot 4,9% pada kuartal kedua (Q2) 2026. Namun, IDC memproyeksikan rata-rata harga PC akan melonjak hingga 20% sepanjang tahun ini, diikuti kenaikan lebih moderat pada 2027.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Produsen harus mengompensasi penurunan volume pengiriman dengan menetapkan harga jual yang lebih tinggi untuk mempertahankan atau menumbuhkan pendapatan mereka," ungkap Director of Consumer Research IDC, Jitesh Ubrani.
Kinerja strategi ini tercermin jelas dalam laporan keuangan kuartalan para raksasa teknologi:
- HP: Mencatatkan lonjakan pendapatan divisi personal systems sebesar 18% pada Q2, meskipun total penjualan unitnya merosot 16%.
- Dell: Grup client solutions milik Dell membukukan kenaikan pendapatan sebesar 20%.
- Lenovo: Meraih pertumbuhan pendapatan PC dan perangkat pintar mendekati 30%.
Tersedot Server AI dan Dominasi AI PC
Biaya komponen memori melonjak tajam karena pasokan semikonduktor global lebih banyak diprioritaskan untuk membangun infrastruktur server dan pusat data AI. Mengingat harga memori mahal dan pasokannya terbatas, vendor memprioritaskan alokasi komponen untuk lini perangkat premium, khususnya AI PC.
AI PC biasanya dilengkapi dengan kombinasi prosesor (CPU), kartu grafis (GPU), serta unit pemroses saraf (NPU) terbaru yang membutuhkan kapasitas memori lebih besar. Komposisi ini meningkatkan harga jual per unit, sekaligus memberikan margin keuntungan yang lebih tebal bagi pabrikan.
CFO HP, Karen Parkhill, mengonfirmasi bahwa porsi pengiriman AI PC di perusahaan terus ditingkatkan dan akan menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis ke depan.
Tantangan Pembeli Ritel dan Prospek Pasokan 2028
Analis dari UBS, David Vogt, menilai sektor komersial (perusahaan) yang menyumbang sekitar 75% dari total volume pasar PC menjadi tumpuan utama. Banyak perusahaan rela membayar lebih mahal demi mendapatkan sistem AI PC lokal yang aman untuk mengolah data sensitif tanpa harus bergantung pada awan (cloud).
Sebaliknya, segmen konsumen ritel diprediksi bakal lebih sulit menerima kenaikan harga ini. Banyak pembeli kasual yang masih enggan membayar harga premium hanya demi fitur AI yang manfaat praktis harian belum terlalu mereka rasakan.
Bagi konsumen yang menanti harga laptop kembali murah, kabar buruknya adalah krisis pasokan memori diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat.
IDC memproyeksikan kondisi pasokan memori baru akan mulai membaik paling cepat pada tahun 2028 mendatang, sehingga harga PC belum akan kembali ke tingkat harga tahun 2025 dalam waktu dekat, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Kamis (10/9/2026).
(asj/asj)

