×
Ad

Kenaikan Harga Permanen, Era HP Android Murah Diramal Berakhir

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 28 Agu 2026 12:45 WIB
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Firma riset IDC baru saja merilis prediksinya untuk pasar smartphone global tahun 2026. Sepertinya efek krisis RAM terhadap pasar smartphone tahun ini akan lebih buruk dari perkiraan sebelumnya.

IDC memperkirakan pengiriman smartphone di pasar global akan turun hingga 16,7% tahun ini. Ramalan ini lebih tajam dari penuruan 13,9% yang diproyeksikan IDC pada bulan Mei lalu.

Penyebab utama penurunan ini adalah masalah pasokan komponen seperti memori. Harga komponen NAND dan RAM meroket lebih dari 300% dari tahun ke tahun, karena produsen chip mengalihkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pusat data AI yang memiliki margin lebih tinggi.

Karena vendor ponsel sudah tidak mampu lagi menanggung kenaikan biaya tersebut, harga jual rata-rata ponsel melonjak 27,61% menjadi USD 581. Harga ponsel juga diramal akan terus naik hingga tahun 2027.

"Tsunami memori yang telah kami peringatkan kini menghantam pasar sepenuhnya, dan konsumen mulai membayar tagihan AI," kata Francisco Jeronimo, Vice President for Worldwide Client Devices IDC, seperti dikutip detikINET, Jumat (28/8/2026).

"Era smartphone murah telah berakhir. Mulai sekarang, pemenangnya adalah vendor dengan skala dan posisi tawar untuk mempertahankan permintaan. pada harga yang belum pernah harus dibayar ooleh konsumen sebelumnya," sambungnya.

Vendor ponsel Android merasakan dampak paling berat dari masalah ini. Pengapalan ponsel Android total diperkirakan akan turun 24,3% pada tahun 2026, didorong oleh ambruknya segmen entry-level di mana pengapalan ponsel dengan harga di bawah USD 100 anjlok hampir 60% pada Q2 2026.

"Vendor ponsel Android yang fokus pada perangkat low-end, yang sudah beroperasi dengan margin keuntungan yang sangat tipis, memangkas model low-end dan mendorong campuran produk high-end," tulis IDC dalam laporannya.

Namun, masalah pasokan juga memicu pergeseran kebiasaan konsumen membeli smartphone. Mengingat harga ponsel segmen menengah yang terus melejit, ponsel flagship mulai terlihat sebagai alternatif lebih baik daripada ponsel kelas menengah.

Menariknya, hampir semua segmen smartphone diramal mengalami penurunan pada tahun 2026, kecuali segmen ponsel layar lipat atau foldable. Segmen ini diperkirakan tumbuh 12,6% tahun ini berkat penjualan Galaxy Z Fold 8 yang kuat dan potensi kehadiran iPhone layar lipat.



Simak Video "HONOR 400 Lite: Smartphone 3 Jutaan dengan AI Camera Button"

(vmp/vmp)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork