Apple belum lama ini menaikkan harga MacBook Air karena kelangkaan memori. Kini laptop ringan itu semakin sulit didapatkan karena stoknya menipis yang lagi-lagi dikaitkan dengan krisis memori global.
Menurut laporan Mark Gurman dari Bloomberg, konsumen yang saat ini membeli MacBook Air harus menunggu hingga akhir Agustus untuk mendapatkan unitnya.
"Sumber dari toko ritel mengatakan Apple kesulitan menjaga ketersediaan laptop tersebut dan pengiriman unit baru jauh lebih terbatas daripada yang pernah dibayangkan sebelumnya," tulis Gurman dalam laporannya, seperti dikutip dari Mashable, Selasa (4/8/2026).
"Dari yang saya dengar, kelangkaan MacBook Air terkait dengan krisis memori yang sedang berlangsung," imbuhnya.
Bukti kelangkaan MacBook Air dapat dilihat di toko online Apple. MacBook Air M5 versi 13 inch dan 15 inch dalam semua konfigurasi mengalami penundaan pengiriman hingga awal September. Semakin tinggi varian RAM-nya, semakin panjang waktu tunggunya.
Tidak hanya itu, Apple juga lebih mempromosikan MacBook Pro M5 versi base untuk promo back-to-school yang sedang berlangsung. Padahal harga MacBook Pro M5 jauh lebih mahal dibandingkan Air.
"Di seluruh website dan toko ritelnya, Apple secara terang-terangan mengarahkan pelanggan ke MacBook Pro versi base alih-alih Air -- sesuatu yang jarang, atau bahkan belum pernah, mereka lakukan,"
"Di beberapa materi promosi bahkan ada peringatan: Ketersediaan MacBook Air tergantung stok," sambungnya.
Harga MacBook Air naik dari USD 1.099 menjadi USD 1.299 sejak akhir Juni karena lonjakan harga komponen, khususnya RAM. Harga iPad dan model Mac lainnya juga mengalami kenaikan harga karena alasan yang sama.
Selain menaikkan harga perangkat, Apple juga menghilangkan beberapa konfigurasi Mac Studio dan Mac Mini dari toko online-nya. Untuk mengatasi masalah memori, Apple kabarnya akan menggaet perusahaan asal China untuk memasok komponen tersebut.
Simak Video "Video: Apple Kerja Sama dengan Israel Buat Teknologi Face ID "
(vmp/vmp)