Samsung Galaxy Z Fold8 membawa penyempurnaan pada teknologi layar lipat melalui Flex Titanium, struktur layar baru yang dirancang untuk membantu mengurangi visibilitas bekas lipatan (screen crease) sekaligus meningkatkan kekuatan panel.
Dibanding pendekatan yang digunakan smartphone foldable lain, Samsung memilih memperkuat struktur layar. Sebagai pembanding, OnePlus Open mengandalkan desain Flexion Hinge untuk menghasilkan lipatan yang lebih samar, sementara Google Pixel Fold menggunakan mekanisme water drop hinge.
Meski begitu, Samsung maupun OnePlus Open dan Google Pixel Fold belum mempublikasikan data kuantitatif mengenai kedalaman lipatan (crease depth), sehingga perbandingan dalam artikel ini mengacu pada teknologi yang digunakan masing-masing perangkat serta ulasan dari sejumlah media teknologi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Samsung Mobile Press, Flex Titanium menggabungkan titanium-alloy film dan titanium plate sebagai struktur penyangga panel OLED untuk membantu mendistribusikan tekanan saat perangkat dibuka maupun dilipat. Pendekatan ini menjadi salah satu pembaruan utama Galaxy Z Fold8 yang juga hadir dengan desain lebih tipis dan layar lebih lebar dibanding generasi sebelumnya.
Lantas, apakah teknologi tersebut benar-benar membuat lipatan layar Galaxy Z Fold8 lebih baik dibanding OnePlus Open dan Google Pixel Fold? Berikut ulasannya.
Mengapa Bekas Lipatan Masih Menjadi Tantangan Smartphone Foldable?
Bekas lipatan masih menjadi karakteristik yang sulit dipisahkan dari smartphone layar lipat. Berbeda dengan ponsel konvensional, panel OLED pada perangkat foldable harus tetap fleksibel agar mampu bertahan ketika dibuka dan ditutup ribuan kali. Tekanan yang terus berulang di area tengah layar inilah yang kemudian membentuk screen crease.
Karena itu, produsen kini tidak lagi berfokus menghilangkan lipatan sepenuhnya, melainkan membuatnya semakin samar tanpa mengorbankan ketahanan layar. Dilansir The Verge, inovasi terbaru Samsung melalui Flex Titanium merupakan salah satu upaya untuk mencapai keseimbangan tersebut.
Pendekatan serupa juga diterapkan produsen lain dengan cara berbeda. OnePlus mengembangkan desain Flexion Hinge, sedangkan Google mengandalkan mekanisme waterdrop hinge pada lini Pixel Fold. Ketiganya memiliki tujuan yang sama, yakni membuat pengalaman menggunakan smartphone foldable terasa semakin nyaman.
Bagaimana Flex Titanium Membantu Menyamarkan Bekas Lipatan?
Pembaruan terbesar Galaxy Z Fold8 justru berada pada struktur layar yang tidak terlihat dari luar. Mengutip Samsung Mobile Press, teknologi Flex Titanium memanfaatkan kombinasi dua lapisan material yang bekerja bersama untuk membantu mengurangi visibilitas bekas lipatan sekaligus menjaga kekuatan panel OLED.
1. Titanium-Alloy Film
Lapisan ini berfungsi membantu mendistribusikan tekanan secara lebih merata ketika perangkat dibuka maupun dilipat. Dengan distribusi tekanan yang lebih seimbang, area lipatan tidak menerima beban yang terpusat pada satu titik sehingga bekas lipatan dapat terlihat lebih samar dibanding pendekatan konvensional.
2. Titanium Plate
Di bawah panel OLED, Samsung juga menambahkan titanium plate sebagai struktur penopang utama. Dilansir The Verge, material berbasis titanium memiliki tingkat kekakuan mekanis yang lebih tinggi dibanding lapisan polimer konvensional. Karakter tersebut memungkinkan struktur layar dibuat lebih tipis sekaligus membantu mengurangi ruang kosong (air gap) di dalam panel, sehingga permukaan layar tampak lebih rata saat perangkat digunakan.
Samsung Newsroom menyebut Flex Titanium merupakan hasil penyempurnaan dari tujuh generasi pengembangan Galaxy Fold. Teknologi ini dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara desain yang lebih ramping, fleksibilitas layar, dan durabilitas perangkat dalam penggunaan sehari-hari.
Dengan pendekatan tersebut, Samsung tidak hanya mengoptimalkan mekanisme engsel, tetapi juga memperkuat struktur layar secara menyeluruh. Hasilnya, Flex Titanium dirancang untuk membantu menyamarkan bekas lipatan sekaligus menjaga kenyamanan dan ketahanan layar dalam penggunaan jangka panjang.
Galaxy Z Fold8 Tampil Lebih Tipis dengan Layar yang Lebih Luas
Selain membawa Flex Titanium, Samsung juga memperbarui desain Galaxy Z Fold8. Mengutip informasi resmi Samsung, perangkat ini menggunakan layar utama Dynamic AMOLED 2X berukuran 7,6 inci dengan resolusi QHD+, refresh rate adaptif hingga 120Hz, serta aspect ratio sekitar 4:3. Rasio baru tersebut membuat area kerja terasa lebih luas sehingga lebih nyaman untuk multitasking maupun menikmati konten.
Perubahan juga hadir pada layar penutup (cover screen) berukuran 5,5 inci yang kini memiliki rasio lebih lebar dibanding generasi sebelumnya. Dengan desain tersebut, pengalaman menggunakan perangkat saat masih dalam kondisi tertutup terasa lebih mendekati smartphone konvensional.
Samsung juga membuat Galaxy Z Fold8 semakin ramping. Saat dibuka, perangkat ini memiliki dimensi 123,9 x 161,4 x 4,5 mm, sedangkan saat dilipat menjadi 123,9 x 81,9 x 9,7 mm dengan bobot sekitar 201 gram. Penyusutan dimensi tersebut menjadi bagian dari upaya Samsung menghadirkan smartphone foldable yang lebih nyaman digunakan tanpa mengurangi kekuatan struktur layar.
Perbandingan Teknologi Layar Lipat Galaxy Z Fold8, OnePlus Open, dan Google Pixel Fold
Meski sama-sama mengembangkan smartphone foldable, Samsung, OnePlus, dan Google memilih pendekatan yang berbeda untuk mengurangi visibilitas bekas lipatan (crease) sekaligus menjaga durabilitas layar.
Samsung mengandalkan inovasi material melalui Flex Titanium, sedangkan OnePlus berfokus pada desain engsel Flexion Hinge. Sementara itu, Google mengoptimalkan mekanisme waterdrop hinge yang dipadukan dengan pengalaman perangkat lunak Android untuk perangkat layar lipat.
Samsung Galaxy Z Fold8: Fokus pada Struktur Layar
Mengutip Samsung Mobile Press, Galaxy Z Fold8 menggunakan teknologi Flex Titanium yang memadukan titanium-alloy film dan titanium plate sebagai struktur penopang panel OLED. Pendekatan ini dirancang untuk mendistribusikan tekanan secara lebih merata saat perangkat dibuka dan ditutup.
Dengan demikian, Samsung tidak hanya berupaya membuat bekas lipatan tampak lebih samar, tetapi juga meningkatkan stabilitas panel dan ketahanan layar dalam penggunaan jangka panjang.
OnePlus Open: Mengandalkan Desain Engsel
OnePlus mengambil pendekatan berbeda melalui Flexion Hinge. Berdasarkan informasi di situs resmi OnePlus, mekanisme engsel tersebut dirancang untuk mengurangi tekanan pada area lipatan sekaligus membuat perangkat dapat menutup lebih rapat.
Penilaian serupa juga disampaikan Android Central. Media tersebut menyebut OnePlus Open sebagai salah satu smartphone foldable dengan bekas lipatan paling samar di kelasnya. Pendekatan ini membuat crease tidak terlalu mengganggu saat membaca dokumen, menonton video, maupun menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan.
Google Pixel Fold: Mengoptimalkan Mekanisme Waterdrop
Google juga mengembangkan pendekatan berbeda pada lini Pixel Fold. Dilansir Digital Trends, perangkat ini menggunakan mekanisme waterdrop hinge yang membuat panel membentuk lengkungan lebih alami saat dilipat sehingga membantu mengurangi tekanan pada area tengah layar.
Android Central menilai bekas lipatan Pixel Fold masih sedikit lebih terlihat dibanding OnePlus Open. Namun, perangkat ini menawarkan keunggulan melalui pengalaman Android yang terintegrasi dan optimalisasi perangkat lunak untuk layar berukuran besar.
Siapa yang Lebih Unggul?
Jika dibandingkan secara keseluruhan, ketiga perangkat memiliki keunggulan yang berbeda sesuai pendekatan yang dipilih.
Samsung Galaxy Z Fold8 unggul pada inovasi struktur layar melalui Flex Titanium, yang dirancang untuk membantu mengurangi visibilitas lipatan sekaligus meningkatkan kekuatan panel dan durabilitas penggunaan jangka panjang.
OnePlus Open dikenal memiliki bekas lipatan yang sangat minim berkat desain Flexion Hinge, sehingga memberikan tampilan layar yang lebih rata saat digunakan.
Google Pixel Fold mengandalkan kombinasi waterdrop hinge dan optimalisasi perangkat lunak Android untuk menghadirkan pengalaman layar lipat yang lebih intuitif.
Hingga saat ini, Samsung, OnePlus, dan Google belum mempublikasikan data resmi mengenai kedalaman bekas lipatan (crease depth) pada masing-masing perangkat foldable. Dengan belum adanya data resmi mengenai crease depth, perbandingan ketiga perangkat lebih relevan dilakukan berdasarkan inovasi material, desain engsel, serta pendekatan teknologi yang diterapkan masing-masing produsen.
Perbandingan Teknologi Layar Lipat
![]() |
Kelebihan dan Kekurangan Struktur Layar Galaxy Z Fold8
Kelebihan
- Menggunakan struktur Flex Titanium yang dirancang membantu mendistribusikan tekanan pada area lipatan.
- Material berbasis titanium membuat struktur layar lebih kokoh tanpa mengorbankan fleksibilitas panel.
- Bodi lebih tipis dan ringan dibanding generasi sebelumnya sehingga lebih nyaman digunakan.
- Layar utama Dynamic AMOLED 2X 7,6 inci dengan rasio sekitar 4:3 memberikan ruang lebih lega untuk multitasking.
- Pendekatan Samsung berfokus pada keseimbangan antara desain, durabilitas, dan kenyamanan penggunaan.
Kekurangan
- Bekas lipatan belum sepenuhnya hilang karena masih menjadi karakteristik smartphone foldable.
- Samsung belum mengungkap data resmi mengenai tingkat pengurangan crease dibanding kompetitor.
- Perbedaan visibilitas lipatan masih dipengaruhi sudut pandang, pantulan cahaya, dan cara penggunaan perangkat.
Kesimpulan
Galaxy Z Fold8 menunjukkan bahwa Samsung terus menyempurnakan teknologi layar lipat melalui pendekatan yang berbeda dibanding kompetitornya. Mengutip Samsung Mobile Press, Flex Titanium dikembangkan untuk membantu mendistribusikan tekanan pada area lipatan secara lebih merata sehingga bekas lipatan terlihat lebih samar sekaligus meningkatkan kekuatan struktur layar.
Di sisi lain, OnePlus Open masih dikenal sebagai salah satu smartphone foldable dengan lipatan paling minim berkat Flexion Hinge, sedangkan Google Pixel Fold menawarkan pendekatan berbeda melalui desain waterdrop hinge dan optimalisasi perangkat lunak.
Meski belum ada data resmi yang membandingkan tingkat kedalaman lipatan antarperangkat, Galaxy Z Fold8 menawarkan kombinasi menarik antara desain yang lebih tipis, layar lebih luas, dan inovasi material pada struktur layar. Bagi pengguna yang mengutamakan durabilitas sekaligus kenyamanan penggunaan, pendekatan yang dibawa Samsung menjadi salah satu nilai tambah yang layak dipertimbangkan.
FAQ
Apakah lipatan layar Galaxy Z Fold8 sudah hilang sepenuhnya?
Belum. Bekas lipatan masih menjadi karakteristik smartphone layar lipat. Namun, mengutip Samsung Mobile Press, Flex Titanium dirancang untuk membantu mengurangi visibilitas lipatan dibanding pendekatan sebelumnya.
Apa fungsi Flex Titanium pada Galaxy Z Fold8?
Flex Titanium merupakan struktur penopang layar yang mengombinasikan titanium-alloy film dan titanium plate untuk membantu mendistribusikan tekanan pada area lipatan sekaligus meningkatkan kekuatan panel OLED.
Apakah OnePlus Open memiliki bekas lipatan yang lebih minim?
Android Central menilai OnePlus Open menjadi salah satu smartphone foldable dengan crease paling samar berkat teknologi Flexion Hinge. Sementara itu, Samsung memilih memperkuat struktur layar melalui Flex Titanium untuk menjaga keseimbangan antara desain tipis dan durabilitas.
Apakah Galaxy Z Fold8 nyaman digunakan untuk multitasking?
Ya. Mengutip informasi resmi Samsung, Galaxy Z Fold8 menggunakan layar utama Dynamic AMOLED 2X berukuran 7,6 inci dengan rasio sekitar 4:3 yang memberikan area kerja lebih luas untuk membuka beberapa aplikasi sekaligus.
