LG mengklaim bahwa panel OLED-nya kini mampu mereproduksi warna dan tingkat kecerahan secara sangat akurat, persis seperti yang divisualisasikan oleh para pembuat konten (content creator).
Klaim ini bukan tanpa dasar, LAG menjadi perusahaan pertama di dunia yang sukses mengikuti program sertifikasi terbaru dari Intertek, sebuah lembaga inspeksi, pengujian produk, dan sertifikasi global terkemuka yang berbasis di Inggris.
Sertifikasi mutakhir dari Intertek ini mengusung nama 'Perfect Color/Brightness Accuracy up to 500 lux'. Program ini dirancang khusus untuk memberikan penilaian yang lebih nyata dan kuantitatif terkait seberapa akurat sebuah layar dalam menampilkan warna serta tingkat kecerahan di bawah kondisi pencahayaan ruangan di dunia nyata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut LG, sertifikasi ini mencerminkan proses evaluasi yang jauh lebih masuk akal dibandingkan metode pengujian layar yang ada sebelumnya, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Senin (29/6/2026).
Selama ini, kualitas layar umumnya hanya diukur menggunakan spesifikasi baku di atas kertas seperti gamut warna dan kecerahan puncak (peak luminance). Padahal, parameter statis tersebut tidak bisa sepenuhnya merepresentasikan seberapa akurat sebuah panel saat memutar konten video di ruang keluarga penggunanya.
Sebagai gantinya, Intertek mengembangkan serangkaian pola uji komprehensif untuk mengukur setiap variasi warna dan kecerahan. Program ini secara objektif mengevaluasi kualitas gambar pada berbagai jenis layar, baik itu panel self-emissive yang pikselnya menyala sendiri (OLED) maupun model yang menggunakan bantuan lampu latar (LCD).
Hasil pengujian terbaru Intertek menunjukkan dominasi mutlak dari lini panel OLED format besar milik LG Display. Panel-panel tersebut berhasil menyapu bersih penilaian dengan hasil:
- Akurasi Warna 100%
- Akurasi Kecerahan 100%
- Kinerja Warna Bebas Crosstalk (mencegah terjadinya gangguan atau kebocoran warna antar piksel yang berdekatan).
Skor sempurna ini menjamin bahwa layar OLED LG mampu secara konsisten mereproduksi warna sesuai niat asli sang kreator dan menjaga tingkat kecerahan tetap seragam.
Sebaliknya, panel LCD gagal mencapai skor sempurna. LG menjelaskan bahwa teknologi LCD memiliki batasan struktural bawaan karena bergantung pada sistem kontrol kecerahan lampu latar (backlight) berbasis zona. Sistem ini rentan menimbulkan distorsi cahaya yang dapat merusak keseragaman kecerahan, terutama saat layar memutar konten HDR tertentu.
Berbekal sertifikasi bergengsi ini, LG berencana memajang hasil pengujian Intertek di barisan depan materi pemasaran produk OLED mereka.
Hyeon-woo Lee, Kepala Unit Bisnis Large Display di LG Display, menekankan bahwa perusahaan kini sedang menyusun strategi komunikasi yang lebih jelas dan tajam. Langkah ini diambil agar mereka dapat mengedukasi pelanggan dan menyampaikan keunggulan kualitas gambar premium yang sesungguhnya dari layar OLED kepada konsumen global.
(asj/fay)

