Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Computex 2026
AMD Rilis Ulang Prosesor Jadul di Computex 2026
Computex 2026

AMD Rilis Ulang Prosesor Jadul di Computex 2026


Anggoro Suryo - detikInet

AMD Ryzen 9000
Ilustrasi AMD. Foto: Dok. AMD
Jakarta -

Ajang Computex 2026 di Taiwan mulai dibanjiri dengan deretan komputer mewah dengan spesifikasi dan harga yang fantastis. Kondisi ini terjadi tepat di tengah situasi industri PC yang sedang dihantam krisis kelangkaan memori, di mana harga-harga komponen terus meroket.

Namun, untuk segmen gamer PC desktop, AMD justru datang dengan strategi pemasaran yang sama sekali berbeda. Bukannya memamerkan teknologi kasta tertinggi yang menguras kantong, perusahaan berlambang merah ini merilis ulang tiga komponen lawas sembari membawa satu janji besar: Pengguna tidak perlu membeli motherboard baru setidaknya hingga tahun 2030.

Komitmen terbesar AMD hari ini adalah perpanjangan dukungan penuh untuk soket motherboard AM5 dengan deretan prosesor Ryzen terbaru hingga tahun 2029. Ini berarti, para perakit PC bisa dengan tenang terus melakukan upgrade ke CPU generasi terbaru hingga akhir dekade ini, tanpa perlu repot mencabut dan mengganti papan induk (motherboard) mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Kado Spesial 10 Tahun AM4 dan Kehadiran 7700X3D

Bagi gamer yang saat ini masih bertahan di soket AM4, AMD ternyata masih menyiapkan satu amunisi terakhir. Perusahaan resmi meluncurkan edisi spesial bertajuk Ryzen 7 5800X3D "10th Anniversary" untuk merayakan satu dekade berjalannya platform AM4. Prosesor andalan gamer ini akan dibanderol dengan harga USD 349 (sekitar Rp 5,6 jutaan) dan mulai tersedia di pasaran pada 25 Juni mendatang.

Sementara itu, jika Anda merasa ini adalah saat yang tepat untuk beralih ke platform AM5 yang lebih modern, AMD juga menawarkan sebuah "chip lawas baru", yakni Ryzen 7 7700X3D seharga USD 330 (sekitar Rp 5,3 jutaan).

Prosesor ini kemungkinan besar merupakan versi turunan dari seri 7800X3D yang sangat populer di kalangan gamer. Sebagai perbandingan, Ryzen 7800X3D biasanya dijual di kisaran USD 380 hingga USD 450 (meski kadang bisa turun di angka USD 320 saat diskon). Di atas kertas, performa 7700X3D hanya sedikit lebih lambat namun tetap menawarkan efisiensi daya khas teknologi 3D V-Cache yang luar biasa.

Harus diakui, teknologi arsitektur ini sudah masuk kategori lawas. Seri 7800X3D pertama kali menggebrak pasar pada tahun 2023, sementara penerus utamanya, seri 9000 (seperti 9800X3D), telah diluncurkan pada akhir tahun 2024 lalu. Meski begitu, nilai ekonomis dan efisiensi dayanya membuatnya tetap sangat relevan.

Radeon RX 9070 GRE Ekspansi ke Pasar Global

Di sektor kartu grafis (GPU), AMD akhirnya memutuskan untuk membawa Radeon RX 9070 GRE--yang sebelumnya berstatus rilis eksklusif hanya untuk pasar China--ke berbagai negara lain, termasuk Amerika Serikat. Kartu grafis ini dibanderol mulai dari USD 549 (sekitar Rp 8,8 jutaan) dan tersedia mulai 1 Juni.

Sebenarnya, kabar ini mungkin sedikit menimbulkan perasaan campur aduk di kalangan gamer PC. Pasalnya, angka USD 549 seharusnya merupakan harga rilis untuk seri RX 9070 versi standar yang jauh lebih bertenaga, bukan untuk varian GRE (Golden Rabbit Edition) yang spesifikasinya dipangkas dan performanya sedikit tertinggal jika diadu langsung dengan Nvidia RTX 5070.

Akan tetapi, jika melihat kembali sejarahnya, RX 9070 standar hampir tidak pernah bisa dibeli dengan harga USD 549 akibat krisis GPU. Saat itu harganya sempat menyentuh MSRP sesaat, sebelum akhirnya melonjak dan menetap di kisaran USD 599 hingga USD 620. Oleh karena itu, kehadiran model GRE ini bisa menjadi alternatif paling masuk akal saat ini.

Langkah AMD menawarkan produk daur ulang dengan harga yang lebih terjangkau ini menjadi strategi yang sangat menarik di tengah kondisi pasar perangkat keras dan industri gaming yang belakangan ini terasa semakin mahal, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Rabu (3/6/2026).




(asj/asj)




Hide Ads