Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pasar HP Global Turun 4% Akibat Krisis Memori, Samsung Nomor Satu

Pasar HP Global Turun 4% Akibat Krisis Memori, Samsung Nomor Satu


Virgina Maulita Putri - detikInet

Ilustrasi pengguna smartphone
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Firma riset International Data Corporation (IDC) baru saja merilis laporan pengapalan ponsel global untuk kuartal pertama tahun 2026. Sesuai perkiraan, angkanya menunjukkan penurunan karena krisis memori global.

Laporan IDC mengungkap vendor ponsel mengapalkan 289,7 juta perangkat sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026. Angka ini menunjukkan penurunan 4,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Perkembangan ini menandai kuartal pertama pasar ponsel mengalami pertumbuhan negatif sejak tahun 2023, yang sebagian besar disebabkan oleh kendala pasokan memori yang mempengaruhi pengiriman dan permintaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IDC juga menyoroti kenaikan biaya bahan baku komponen lainnya, yang memaksa pabrikan ponsel tertentu menaikkan harga perangkatnya. Anthony Scarsella, Research Director for Mobile Phones IDC mengatakan penurunan sebesar 4,1% ini hanya awal dari kondisi yang makin memburuk.

"Pasar negara maju seperti AS yang fokus pada model premium dan dengan insentif seperti tukar tambah dan pembiayaan tidak terlalu rentang terhadap dampak keseluruhan dari kenaikan harga," kata Scarsella, seperti dikutip dari IDC, Kamis (16/4/2026).

ADVERTISEMENT

"Namun, pasar negara berkembang yang fokus pada perangkat di bawah USD 200 akan menawarkan sedikit pilihan kepada konsumen karena kenaikan harga komponen memori yang akan menjadi tantang lebih besar dibandingkan pandemi lima tahun yang lalu," sambungnya.

Samsung masih menjadi vendor ponsel nomor satu di dunia, yang diestimasi mengapalkan 62,8 juta perangkat dan menguasai 21,7% pangsa pasar. Permintaan yang kuat untuk Galaxy S26 Ultra dibarengi dengan peluncuran Galaxy A57 dan Galaxy A37 diprediksi akan menjadi model kunci bagi Samsung tahun ini.

Apple berada di posisi kedua dengan pengapalan 61,1 juta unit dan pangsa pasar sebesar 19,6%. iPhone 17 series terus menarik perhatian konsumen dan mengalami pertumbuhan signifikan di China.

Dari lima brand ponsel teratas, hanya Samsung dan Apple yang mencatatkan pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya. Xiaomi berada di posisi ketiga dengan pengapalan 33,8 juta unit, turun 8 juta unit dibandingkan Q1 2025.

Oppo menempati posisi keempat dengan pengapalan 30,7 juta unit dan pangsa pasar 10%. Sementara itu Vivo ada di posisi kelima setelah mengapalkan 21,2 juta perangkat dan menguasai 7,5% pangsa pasar global.

Ke depannya, analis IDC memprediksi bulan-bulan yang penuh gejolak untuk pasar smartphone global seiring dengan kenaikan harga jual rata-rata (ASP) karena krisis memori global. Harga memori diperkirakan baru akan stabil pada paruh kedua tahun 2027.




(vmp/vmp)




Hide Ads