Perkembangan teknologi Rich Communication Services atau RCS akhirnya memasuki babak baru yang memungkinkan pengguna melakukan panggilan video lintas platform.
Asosiasi GSM atau GSMA pekan lalu sudah merilis standar RCS Universal Profile 4.0 yang membawa dukungan untuk fitur baru bernama Messaging-Initiated Video Calls. Fitur ini dirancang untuk menjembatani obrolan teks, baik personal maupun grup, agar bisa langsung beralih ke sesi video.
Meski pembaruan ini bersifat teknis, dampaknya akan sangat terasa bagi pengguna secara langsung. Jika diadopsi secara luas, pemilik ponsel Android dan iPhone nantinya bisa mengubah obrolan dari teks menjadi panggilan video dari aplikasi pesan bawaan perangkat mereka, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Kamis (2/4/2026).
Pengguna tidak perlu lagi membagikan tautan pihak ketiga atau mengunduh aplikasi tambahan. GSMA menyebut inovasi ini sebagai langkah awal menuju pengalaman panggilan video bawaan yang bisa saling terhubung di berbagai perangkat dan jaringan seluler.
GSMA merancang fitur panggilan video ini agar percakapan tetap berjalan mulus. Pengguna bahkan bisa bergabung ke dalam panggilan video yang sudah berlangsung jika mereka tertinggal di awal obrolan. Selain itu, riwayat panggilan video akan tetap selaras dan tercatat rapi di dalam utas obrolan teks aslinya.
Kemampuan untuk menggabungkan suara, video, dan pesan teks dalam satu tempat ini sudah lama dianggap sebagai bagian yang hilang dalam upaya RCS memodernisasi SMS. Apalagi, pengalaman berkirim pesan antar ekosistem seluler saat ini masih sering terpisah-pisah karena perbedaan platform dan perangkat keras.
Namun, apakah pengguna bisa segera mencicipi fitur ini sangat bergantung pada Apple dan Google. Sejauh ini, kedua raksasa teknologi tersebut belum memberikan komitmen utuh untuk mendukung pembaruan tersebut. Keterlibatan mereka sangat penting karena kelancaran fitur panggilan video lintas platform sangat bergantung pada dukungan dari sisi produsen perangkat maupun operator seluler.
Selain fitur video, Universal Profile 4.0 juga menghadirkan sejumlah peningkatan pada pengalaman pengguna dan kemampuan berbagi media. Pembaruan ini membawa alat pemformatan teks seperti cetak tebal, tulisan miring, dan coret ke dalam obrolan bawaan.
Pengguna juga bisa membagikan file audio, video, dan gambar dengan resolusi yang jauh lebih tinggi. Selama ini, kemampuan berbagi media berkualitas tinggi memang lebih didominasi oleh layanan perpesanan lain seperti WhatsApp dan iMessage.
Pengumuman dari GSMA ini menjadi upaya terbaru untuk menyatukan teknologi pesan singkat yang selama ini berkembang secara tidak merata di berbagai produsen dan operator. RCS sendiri sudah menjadi bagian dari ekosistem seluler selama bertahun-tahun, tetapi cukup sulit mendapat adopsi luas.
Salah satu penyebab utamanya adalah penerapan yang tidak konsisten serta keengganan Apple di masa lalu untuk mendukung protokol tersebut. Kini, fondasi teknologinya sudah disiapkan, dan hanya tinggal menunggu kolaborasi dari para pembuat ekosistem agar bisa berfungsi secara penuh.
Simak Video "Video: Keji! Ayah di Gorontalo Aniaya Bayi Sambil Video Call Istri"
(asj/asj)