×
Ad

Mantan Bos Windows Coba MacBook Neo Apple, Reaksinya Mengejutkan

Adi Fida Rahman - detikInet
Jumat, 13 Mar 2026 09:45 WIB
Mantan Bos Windows Coba MacBook Neo Apple, Reaksinya Mengejutkan Foto: Appleinsider
Jakarta -

MacBook Neo kembali menjadi sorotan setelah mendapat pujian dari tokoh besar industri teknologi. Steven Sinofsky, mantan Presiden Divisi Windows di Microsoft, mengaku sangat terkesan setelah mencoba laptop terbaru Apple tersebut.

Dalam tulisan di blog pribadinya berjudul "Mac Neo and my afternoon of reflection and melancholy", Sinofsky menceritakan pengalamannya menggunakan MacBook Neo sekaligus merefleksikan perjalanan panjang persaingan teknologi antara Apple dan Microsoft.

Ia membeli MacBook Neo varian Citrus dengan penyimpanan 512GB dan mengaku langsung terpukau saat pertama kali menggunakannya.

"Completely blown away," tulis Sinofsky menggambarkan kesan pertamanya terhadap laptop tersebut. Bahkan ia mengatakan MacBook Neo langsung menggantikan MacBook Air yang sebelumnya ia gunakan sehari-hari.

Bagi Sinofsky, MacBook Neo bukan sekadar laptop murah dari Apple. Ia menyebut perangkat ini sebagai contoh bagaimana strategi ekosistem Apple akhirnya matang setelah bertahun-tahun membangun integrasi antara hardware dan software.

Steven Sinofsky Foto: The Verge

Refleksi Kegagalan ARM Microsoft

Menariknya, pengalaman menggunakan MacBook Neo juga membuat Sinofsky kembali merenungkan upaya Microsoft lebih dari satu dekade lalu untuk menghadirkan PC ringan berbasis ARM melalui Windows 8 dan Surface.

Saat itu Microsoft sebenarnya sudah memiliki teknologi yang dibutuhkan. Bahkan perangkat tersebut dijual sekitar USd599 hingga USD699, harga yang mirip dengan MacBook Neo saat ini.

Namun menurutnya, kegagalan Microsoft bukan karena teknologinya salah, melainkan karena strategi ekosistem yang kurang tepat.

Microsoft mencoba memisahkan dunia Windows ARM dari ekosistem Windows x86 yang sudah lama digunakan. Perubahan tersebut terasa terlalu drastis bagi pengguna dan developer.

Sebaliknya, Apple memilih pendekatan bertahap. Selama bertahun-tahun Apple terus memperbarui sistem operasi dan framework agar developer siap ketika transisi ke Mac berbasis ARM akhirnya dilakukan.

"Rahasia Apple adalah terus memperbarui OS dan ekosistemnya. Sementara Microsoft memastikan semuanya tetap bisa berjalan selamanya," tulis Sinofsky.

MacBook Neo Foto: Appleinsider

MacBook Neo Tak Perlu Terus Ditingkatkan

Sinofsky juga menilai MacBook Neo tidak perlu terus ditingkatkan spesifikasinya setiap tahun.

"Neo tidak harus menjadi lebih baik. Ia hanya perlu tetap unggul," katanya.

Menurutnya, dalam lima tahun ke depan MacBook Neo kemungkinan masih dijual di kisaran USD699, tetapi performanya akan jauh lebih kuat berkat perkembangan teknologi chip.

Ia menutup tulisannya dengan menyebut MacBook Neo sebagai contoh produk Apple yang lahir dari proses panjang inovasi perusahaan selama puluhan tahun.

Meski begitu, Sinofsky menilai strategi Microsoft dulu sebenarnya tidak sepenuhnya salah-perusahaan itu hanya terlalu cepat hadir sebelum waktunya.



Simak Video "Video: Microsoft-Apple Minta Pengguna Tak Pakai Google Chrome, Kenapa?"

(afr/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork