Modal Online 3 Menit, Temukan Pasangan Pujaan
- detikInet
San Mateo, Calif -
Urusan jodoh dan cinta memang gampang-gampang susah. Ada orang yang begitu mudahnya mendapat jodoh idaman sementara yang lain dilanda nestapa asmara.Tapi situs kencan online ini -- speeddate.com -- tampaknya percaya bahwa seseorang bisa menemukan belahan hati dengan cepat. Yaitu dengan menggabungkan metode kencan online konvensional dan kencan round-robin, yang biasanya membutuhkan waktu kurang dari delapan menit untuk saling mengungkap kekuatan potensial pasangan.Pada situs yang merupakan proyek yang berawal dari salah satu kelas kuliah di Universitas Stanford ini, penjajakan awal hanya bisa dilakukan melalui video chat selama tiga menit. Dari sini, pengunjung diyakini akan sudah bisa menentukan apakah mereka saling tertarik atau tidak."Orang-orang biasanya melakukan proses lama mencari pasangan di dunia maya. Namun seringkali setelah bertemu, mereka menyadari bahwa sama sekali tak ada kecocokan. Karena itu, cara kami ini mungkin akan mujarab," ujar pendiri situs ini, Dan Abelon.Cara penggunaannya pun diklaim cukup mudah. Setelah log-in, pengunjung tinggal mencari profil yang cocok dengan kriteria mereka, kemudian saling mengobrol melalui live video selama tiga menit. Selanjutnya, mereka bisa memutuskan apakah ingin berinteraksi lagi atau tidak. Jika keduanya menyatakan kesediaan, speeddate.com akan menjadi media korespondensi online.Meski demikian, berbagai kritikan tak lepas mengiringi kehadiran situs ini, terutama dari para pesaing. J. Galen Buckwalter, wakil presiden penelitian dan pengembangan eharmony.com mengatakan, harapan membina hubungan jangka panjang melalui layanan ini dianggap sebagai omong kosong."Penampilan fisik tak bisa diandalkan untuk kepuasan hubungan jangka panjang. Jika orang menginginkan hubungan jangka panjang, saya sarankan untuk tidak hanya fokus pada perasaan kecocokan semata," tukasnya.Associated Press yang dikutip detikINET, Jumat (5/10/2007) melansir, speeddate.com hingga saat ini masih dibuka gratis, namun tak menutup kemungkinan adanya biaya yang dibebankan di masa depan.
(fyk/ash)