Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Catatan oleh Rama
Mengenal Ruh di dalam Ponsel
Catatan oleh Rama

Mengenal Ruh di dalam Ponsel


- detikInet

Jakarta - Firmware!? Apaan tuh!? Yang jelas, firmware bukanlah nama makanan atau film porno, melainkan sebuah istilah yang kalau diterjemahkan kira-kira artinya "aplikasi bawaan." Jadi, kalau kita membeli barang elektronik yang di dalamnya terdapat sistem operasi, misalnya mesin game atau ponsel, maka aplikasi yang terpasang di dalamnya kita sebut firmware. Dengan kata lain, firmware adalah aplikasi yang sudah ada saat kita membeli produk elektronik tersebut.Nah, kali ini kita akan membicarakan tentang firmware yang terdapat di dalam ponsel. Lalu, apa perlunya kita mengetahui firmware? Simak terus artikel ini!Jaman dahulu kala, ketika bentuk ponsel masih sebesar batu bata dan teknologi yang diusungnya masih sangat sederhana, barangkali kita tak perlu mempermasalahkan soal firmware. Pasalnya, ponsel jaman dulu memiliki struktur aplikasi yang sangat sederhana, paling-paling hanya memungkinkan pemakai menelepon atau berkirim SMS.Namun, seiring berjalannya waktu, teknologi ponsel semakin berkembang. Tingkat kerumitan dan susunan aplikasinya pun semakin kompleks. Saat ini, ponsel bahkan telah memiliki sistem operasi layaknya Windows (PC) atau Macintosh. Nah, semakin kompleks sistem aplikasi yang terdapat dalam ponsel, maka semakin besar kemungkinan untuk terjadinya berbagai masalah. Misalnya, ponsel jadi hang, kamera tidak berfungsi dengan baik, atau fitur yang tidak berjalan dengan semestinya.Biasanya, produsen ponsel membuka kesempatan pada konsumennya untuk melaporkan masalah yang dialami saat menggunakan produk mereka. Nantinya masalah-masalah tersebut akan ditampung dan coba dibuatkan solusinya. Salah satunya adalah dengan melakukan perbaikan terhadap firmware ponsel lalu menyediakan fasilitas update yang memungkinkan konsumen melakukan upgrade firmwarenya untuk mengatasi masalah yang dialami.Seperti layaknya aplikasi-aplikasi lain, firmware juga memiliki versi rilis. Kalau Anda punya ponsel Nokia misalnya (kalau bisa yang sudah memiliki sistem operasi), Anda dapat melihat versi firmware dengan menekan *#0000#. Ponsel akan menampilkan versi dari firmware yang saat ini terpasang. Jadi, Anda dapat mencocokkan versi firmware yang Anda miliki dengan yang disediakan oleh Nokia. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui apakah ponsel Anda sudah up-to-date atau belum, dan Anda dapat memutuskan untuk melakukan update atau tidak.Nah, disinilah pentingnya kita mengetahui soal firmware, karena teknologi canggih sekarang telah memungkinkan kita melakukan upgrade terhadap firmware yang terdapat dalam ponsel kita. Dengan demikian, masalah-masalah yang terdapat dalam ponsel dapat kita atasi. Kalau beruntung, kita mungkin akan memperoleh fitur tambahan yang barangkali belum ada saat kita membeli ponsel kita.Sebelum melakukan upgrade, sebaiknya Anda membaca informasi seputar firmware yang bersangkutan. Teliti dahulu perubahan atau fitur apa yang akan Anda dapatkan bila melakukan upgrade, karena setelah Anda melakukan upgrade, ponsel tidak dapat di-reset ke firmware sebelumnya.Mengingat produk ponsel yang paling umum digunakan adalah Nokia, maka keterangan di bawah mengacu pada prosedur upgrade yang diberikan oleh Nokia. Untuk pengguna ponsel merek lain, silahkan mengacu pada prosedur upgrade yang diberikan oleh produsen ponsel Anda.Untuk ponsel Nokia, ada 3 cara melakukan upgrade firmware.Yang pertama, Anda dapat melakukan upgrade firmware dengan mendatangi dealer resmi Nokia dan minta pada customer service untuk upgrade firmware. Kalau ponsel Anda masih garansi, maka Anda tak akan dipungut biaya alias gratis. Cara ini adalah yang paling aman, karena ponsel Anda akan langsung ditangani oleh Nokia, dan Anda dapat berkonsultasi seputar firmware yang ingin Anda pasang.Yang kedua, Anda dapat melakukan upgrade firmware via OTA (Over the Air). Ponsel-ponsel 3G dan 3,5G terkini biasanya sudah memiliki fitur ini, dimana Anda dapat melakukan upgrade langsung dari ponsel Anda. Untuk yang satu ini, Anda akan dipungut biaya akses GPRS yang dipakai untuk download firmware ke ponsel Anda. Silahkan cek di situs Nokia, apakah ponsel Anda sudah mendukung fitur ini atau belum.Yang ketiga, upgrade firmware dapat dilakukan menggunakan PC. Biasanya, saat Anda membeli ponsel Nokia akan disertakan CD aplikasi Nokia PC Suite. Install terlebih dahulu aplikasi ini, lalu masuk ke situs www.nokia.com, pilih negara dan tipe ponsel Anda, lalu download aplikasi updater yang disediakan. Nah, selanjutnya Anda cukup meng-install updater tersebut dan mengikuti instruksi yang diberikan.Ingat, jangan disconnect dari internet saat melakukan upgrade!Sebelum Anda melakukan upgrade firmware, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:- Buatlah backup terlebih dahulu terhadap data-data yang tersimpan di ponsel, seperti SMS, kontak, aplikasi, gambar atau file musik. Jika memory card Anda memiliki ukuran tampung besar, Anda dapat backup ke memory card (lihat instruksi backup tergantung tipe ponsel Anda). Pada proses upgrade, seluruh data yang ada di dalam memori ponsel akan terhapus, namun data yang tersimpan di memory card akan tetap utuh. Nantinya, Anda dapat mengembalikan data-data yang sudah di-backup setelah proses upgrade selesai.- Pastikan baterai ponsel dalam kondisi penuh dan sehat, atau colok saja ke adaptor ponsel. Proses upgrade biasanya makan waktu 10 hingga 30 menit, jadi usahakan ponsel tidak mati di tengah jalan, karena proses upgrade bisa kacau.- Jika dirasa tak perlu, maka Anda tak harus melakukan upgrade firmware. Ini untuk Anda yang merasa ponselnya baik-baik saja.Penulis, Eko Ramaditya Adikara (Rama), adalah seorang tuna-netra yang gemar menulis menggunakan komputer. Penulis tergabung dalam Yayasan Mitra Netra (MitraNetra.or.id). Blog pribadinya dapat dibaca di alamat www.ramaditya.com."Catatan Rama" lainnya:- Asiknya Online di Konsol Game Terbaru- Situs Wii untuk Penggila Wii- Honda dan Laptop Bicara Tunanetra- Yuk, Kirim-kiriman File via Internet- 25 Game Revolusioner- Firefox, Kawan Setia ke Mana-Mana- Game di Indonesia: Antara Asli dan Bajakan- Raksasa Game Belum Pakai Senjata Pamungkas- Bisnis PS3 Tak Seindah Pendahulunya- Pertemanan di Internet, dari 'Friendster' sampai 'Sohib'- Nintendo Kembali Meraja di 2006 (wsh/wsh)







Hide Ads